Kabar Terbaru Sidang Joko Driyono, Tak Akui Perintahkan Hancurkan Barang Bukti dan Amankan CCTV

Joko Driyono tak akui memerintahkan anak buahnya hancurkan barang bukti dan amankan rekaman CCTV.

Kabar Terbaru Sidang Joko Driyono, Tak Akui Perintahkan Hancurkan Barang Bukti dan Amankan CCTV
Tribunnews/Abdul Majid
Eks-Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang perdana kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sidang kasus perusakan barang bukti pada kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola dengan terdakwa Joko Driyono kembali digelar hari ini.

Dalam persidangan yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi, Joko Driyono membantah keterangan saksi terkait perintah merusak barang bukti setelah kantornya disegel polisi.

Pria yang akrab disapa Jokdri ini menyampaikan bantahan itu saat diberi kesempatan menanggapi kesaksian para saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

"Pertama beberapa fakta yang disampaikan kami mengerti, tapi kami tidak menyetujui asumsi. Termasuk fakta tentang perintah saya untuk menghancurkan barang bukti. Termasuk penggantian CCTV," kata Jokdri dalam sidang itu.

Usai sidang, Jokdri tidak melayani pertanyaan wartawan.

Penyidik Satgas Anti Mafia Bola, Gusti Ngurah Krisna mengatakan dalam persidangan, anak buah terdakwa, Mulyadi dan Salim, diminta untuk merusak barang bukti.

Hal tersebut diperintahkan sesaat setelah kantor Jokdri disegel polisi.

"Perintahnya itu kalau enggak salah dengar, 'amankan semua barang-barang, dalam laci berupa buku kertas. Kamu masukkan semua dalam koper dalam tas untuk dibawa," kata Gusti dalam persidangan.

Hal yang sama juga dikatakan Muhammad Mardani Morgot alias Dani ketika diperintahkan Jokdri untuk amankan dokumen di ruangannya.

"Saya bilang, Pak saya sudah masuk ke kantor. Dia bilang 'Oke amankan semua yang berbentuk dokumen kecuali buku dan majalah'. Dia bilang lewat telepon," kata Dani.

Jokdri, mantan Plt Ketua PSSI, didakwa telah merusak barang bukti dalam kasus pengaturan skor yang sedang diusut Satgas Antimafia Bola.

Atas tindakannya, Joko Driyono didakwa dengan Pasal 363 atau Pasal 235 atau Pasal 233 atau Pasal 232 atau Pasal 221 Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokdri Bantah Hancurkan Barang Bukti dan Ambil Rekaman CCTV".

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved