Breaking News:

Waspada, Catat Ini Sejumlah Titik Rawan Bencana di Jalur Mudik di Jawa Barat

Terdapat ribuan titik rawan longsor dan banjir di Jawa Barat, di antaranya berada di kawasan jalur lalu lintas

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Longsor merusak satu warung di Jalan Cisewu-Pangalengan tepatnya di Curug Citalegong, Desa Sukamulya Kecamatan Talegong, Garut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdapat ribuan titik rawan longsor dan banjir di Jawa Barat, di antaranya berada di kawasan jalur lalu lintas utama yang biasa digunakan saat mudik dan balik Lebaran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar bersama berbagai stakeholder terkait pun bersiaga mengamankan mudik dan balik Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Supriyatno, mengatakan Jabar kawasan utara dengan struktur geografis yang datar dan dekat dengan laut memiliki sejumlah titik banjir. Banjir rob biasanya terjadi di Jalan Pantura yang berdekatan dengan laut, seperti di Indramayu dan Cirebon.

Beberapa titik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 30 sampai 40 pun, katanya, kerap nyaris terendam sungai saat hujan besar atau banjir terjadi di kawasan hulu. Namun, hal tersebut diantisipasi dengan perbaikan sistem drainase.

Beberapa titik rawan banjir lainnya, termasuk banjir cileuncang yang harus diwaspadai, katanya, di antaranya kawasan Bandung Raya seperti Gedebage, Rancaekek, dan Dayeuhkolot. Juga banjir di titik jalur mudik lainnya saat hujan deras terjadi.

"Titik longsor di Jabar kalau disebutkan banyak sekali ya, ada sekitar 3.000 titik. Kalau bagian utara Jabar rawan banjir, bagian tengah dan selatan Jabar rawan longsor, termasuk di jalur tengah Jabar," kata Supriyatno di Bandung, Senin (27/5/2019).

Sehari Setelah Lebaran Achmad Jufriyanto Harus Terbang ke Yordania Perkuat Timnas Indonesia

Sejumlah titik rawan longsor di Jabar, katanya, di antaranya mulai jalur penghubung Palabuhan Ratu dengan Jalur Pantai Selatan di Kabupaten Sukabumi, jalur Puncak di Bogor dan Cianjur, juga sejumlah titik Jalan Tol Purwakarta-Cileunyi di bagian perbatasan antara Purwakarta dan Bandung Barat.

Lanjut di jalur tengah, longsor pun rawan terjadi di Cadaspangeran di Sumedang dan beberapa titik lainnya di Majalengka dan bagian timur Sumedang. Dari longsor pun rawan terjadi di Nagreg dan Malangbong, serta perbatasan Garut-Tasikmalaya di Cilawu-Salawu.

Jalur yang biasa dipakai wisatawan ke arah pantai selatan Jabar pun tak luput dari kerawanan longsor, di antaranya Kabupaten Bandung-Cianjur di jalur Rancabali-Cidaun, Pangalengan-Rancabuaya di Talegong dan Cisewu. Cikajang-Cisompet di Kabupaten Garut pun dinyatakan sebagai daerah rawan longsor.

Jalur Pantai Selatan yang membentang dari Sukabumi sampai Pangandaran cenderung bebas dari bahaya longsor dan Banjir.

Markas Kodim dan Koramil di Purwakarta Siap jadi Rest Area bagi Pemudik Selama Masa Lebaran

Supriyatno mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jabar untuk menempatkan alat berat di sejumlah titik paling rawan longsor, di antaranya di Puncak Bogor-Cianjur, Malangbong, dan Cadaspangeran.

Bersama stakeholder lainnya, ujar Supriyatno, personil BPBD pun akan bersiaga di sepanjang jalur mudik pada masa mudik Lebaran 1440 H ini. Sejumlah posko dan peralatan kebencanaan akan disiagakan sepanjang jalur.

Supriyatno mengingatkan pada Jalan Tol Jakarta sampai Palimanan atau Trans Jawa akan diberlakukan sistem satu arah pada saat mudik ke arah timur. Karenanya, warga Jabar yang akan ke arah Jakarta harus menggunakan jalur Puncak atau Pantura.

"Jadi harus dipastikan benar ini kesiagaan di jalur non-tol ini di Puncak dan Pantura. Selain akan digunakan oleh yang mudik, juga oleh warga yang ke arah Jakarta, juga oleh yang akan berwisata," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved