Kerusuhan di Jakarta

Perusuh di Aksi 22 Mei Terlibat Transaksi Senjata dan Dipesan Bunuh Pejabat, Begini Kronologinya

Sebanyak 6 perusuh yang kini ditetapkan menjadi tersangka ternyata terlibat transaksi senjata dan mendapat pesanan untuk membunuh pejabat negara.

Perusuh di Aksi 22 Mei Terlibat Transaksi Senjata dan Dipesan Bunuh Pejabat, Begini Kronologinya
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menunjukan barang bukti saat jumpa pers terkait kerusuhan 22 Mei, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Terungkap fakta baru mengenai kerusuhan di Jakarta dalam aksi 22 Mei.

Sebanyak 6 perusuh yang kini ditetapkan menjadi tersangka ternyata terlibat transaksi senjata dan mendapat pesanan untuk membunuh pejabat negara.

Mereka diduga diinstruksikan menciptakan martir untuk memanaskan massa, hingga melakukan upaya pembunuhan terhadap pejabat negara.

Keenam tersangka tersebut berinisial HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

Mereka memiliki peran berbeda. Penetapan para tersangka kerusuhan 22 Mei ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).

17 Berita Hoaks dan 13 Disinformasi Warnai Aksi 22 Mei dan Kerusuhan di Jakarta

Berikut kronologi yang disampaikan pihak kepolisian:

1 Oktober 2018

Tersangka HK menerima perintah dari seseorang dan menerima dua senjata api laras pendek. Identitas seseorang ini sudah diketahui dan tengah didalami pihak kepolisian.

13 Oktober 2018

Tersangka HK membeli satu pucuk revolver Rp 50 juta dari tersangka AF alias Fifi.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved