Ini yang Dilakukan BNN Kota Cimahi, jika Ada Sopir Bus Positif Pakai Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi memastikan, sopir bus yang akan menjadi pengemudi dalam program mudik gratis

Ini yang Dilakukan BNN Kota Cimahi, jika Ada Sopir Bus Positif Pakai Narkoba
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pelepasan Mudik Gratis Dishub Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi memastikan, sopir bus yang akan menjadi pengemudi dalam program mudik gratis akan diberikan sanksi apabila diketahui positif mengunakan narkoba ketika dites urine.

BNN Kota Cimahi sendiri sudah siap melakukan tes urine terhadap sopir bus yang bertugas untuk program mudik gratis lebaran 2019 yang diadakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan BNNK Cimahi, Wahyu Harjo Prayoga mengatakan, sopir bus yang kedapatan positif menggunakan narkoba ketika di tes urine, pihaknya menegaskan akan melarang sopir tersebut untuk menjadi sopir mudik gratis.

"Kami akan langsung menindaklanjuti dan akan melaporan sopir itu ke PO bus masing-masing agar digantikan dengan sopir yang lain," ujarnya kepada Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (26/5/2019).

KMP Swarna Cakra Kandas Dihantam Ombak di Padang Bai Bali, Penumpang Pun Panik

Wahyu menjelaskan, dalam konteks tes urine ini pihak BNN Kota Cimahi bukan untuk melakukan penindakan tetapi hanya melakukan pencegahan. Kendati demikian, pihaknya akan selalu siap untuk melakukan rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba.

"Makanya kami harus melakukan tes urine terhadap sopir bus, khususnya bagi yang bekerja pada program mudik gratis, demi keselamatan penumpang," katanya.

Jadi Favorit Pemudik, 6,4 Juta Orang Akan Naik Kereta Api di Mudik Lebaran 2019

Dalam tes urine tersebut, pihaknya juga memastikan bisa langsung mengetahui hasilnya, apakah para sopir bus itu positif menggunakan narkoba atau negatif, sehingga hasilnya bisa langsung ditindaklanjuti.

"Kami ingin memastikan bahwa para sopir bus tidak menggunakan obat psikotropika, khususnya saat menjadi pengemudi yang mengangkut banyak penumpang," ujar Wahyu.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved