Okupansi Hotel di Lembang untuk Libur Lebaran Sudah Lebih dari 50 Persen

Ketua PHRI Bandung Barat, Samuel Setiadi mengaku okupansi selama Ramadan di hotel-hotel yang ada di Lembang hanya sekitar 20 hingga 30 persen.

Okupansi Hotel di Lembang untuk Libur Lebaran Sudah Lebih dari 50 Persen
Isep Heri/Tribun Jabar
Grafika Cikole di Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Barat, Samuel Setiadi mengaku okupansi selama Ramadan di hotel-hotel yang ada di Lembang hanya sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, untuk okupansi saat libur lebaran, di hotel miliknya yakni Bumi Makmur Indah (BMI) sudah ada pemesanan secara online sekitar 50 sampai 60 persen.

"Untuk okupansi hotel-hotel lainnya mereka belum memberikan laporan atau datanya. Tapi, untuk puasa ini dari data okupansinya justru tiarap di angka 20 sampai 30 persen," katanya saat dihubungi Tribun melalui telepon, Sabtu (25/5/2019).

Ketika disinggung terkait pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, Dedi Taufik, yang menyebut sekitar 80 persen hotel di Kawasan Bandung Utara seperti Lembang dan Ciater sudah dipesan secara online oleh wisatawan untuk libur lebaran tahun ini dengan adanya peningkatan di angka mencapai 40 persen dari 40 persen menjadi 80 persen.

Okupansi Hotel di Bandung Utara Sudah Mencapai 80 Persen untuk Masa Lebaran

"Untuk libur lebaran nanti masih belum tahu trennya. Semoga mudah-mudahan tahun ini (lebaran) lebih bagus dari tahun lalu, karena tahun lalu kan ada pemilu," ujarnya.

Dia juga tak menampik jika masalah kemacetan pun menjadi momok yang menjadikan kekhawatiran di setiap para pengusaha hotel. Samuel pun menyebut akhir-akhir ini masalah kemacetan memberikan kontribusi yang paling merepotkan.

Sementara itu, pengusaha Hotel Grafika, Eko Suprianto menyebut pemesanan di penginapannya untuk libur lebaran sudah mencapai 70 persen. Penginapan di Grafika Cikole, kata Eko terdapat 48 kamar.

"Kalau 80 persen belum. Baru 70 persen. Tahun ini libur lebarannya termasuk libur yang panjang. Jadi kami berharap bisa tembus melebihi 95 persen pemesanan dari tahun lalu," ujarnya.

Hotel Santika Cirebon Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Buka Puasa Bersama

Eko juga mengaku biasanya para wisatawan yang hendak menginap telah mulai memesan tiket kamar 30 hari sesuda lebaran bahkan beberapa hari sebelum lebaran.

"Tapi, sekarang saya melihatnya justru sudah banyak hotel dan homestay di sini dari tahun ke tahun bertambah, sehingga jika dari segi okupansinya setiap perusahaan justru menurun karena terbagi-bagi," ucap dia.

Eko juga sependapat dengan Samuel terkait kemacetan menjadi salahsatu masalah yang membuat para pelaku usaha hotel khawatir menjadi menurunnya jumlah penginap.

"Tahun ini paling banyak dari Sumatera dan Jawa. Dan Bandung juga ada yang memesan dengan membawa keluarganya dari luar kota," kata dia. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved