Mudik Lebaran 2019

Mudik Lebaran 2019, Pemkot Bandung Siapkan Layanan Gawat Darurat, 80 Puskesmas Buka Layanan

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung menyiapkan layanan darurat selama musim mudik Lebaran 2019.

Mudik Lebaran 2019, Pemkot Bandung Siapkan Layanan Gawat Darurat, 80 Puskesmas Buka Layanan
Tribunjabar/Theofilus Richard
ILUSTRASI --- Suasana mudik di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Minggu (10/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung menyiapkan layanan darurat selama musim mudik Lebaran 2019.

Salah satunya menyiapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dengan nomor telepon 119.

“Jika terjadi kecelakaan atau bersifat darurat terkait pelayanan kesehatan dapat menghubungi Public Safety Center Bandung melalui nomor 119 , pelayanan 24 jam mempercepat respon untuk penanganan korban,” ujar Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Girindra Wardhana di Balai Kota , Jumat, (24/05/2019).

Girindra mengatakan, selama masa mudik Lebaran 2019 dan arus balik seluruh Puskesmas di Kota Bandung sebanyak 80 Puskesmas tetap buka.

Bahkan ada 8 Puskesmas buka selama 24 jam untuk melayani kasus gawat darurat medis.

Tingkatkan Keamanan Kampus, Tel-U Bangun Command Center dengan 300 CCTV dan 10 Panic Button

Di antaranya: Puskesmas Sukarasa, Puter, Garuda, Kopo, Pagarsih, Padasuka, Ibrahim Ajie dan Puskesmas Cipamokolan.
Selain Puskesmas ada juga 36 Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan.

Diskes Kota Bandung juga Posko kesehatan di Terminal Bis Leuwipanjang dan Cicaheum. Selain itu, ada juga Posko Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Husein Sastranegara, 1 posko di PT. Kereta Api Indonesia dan 4 Pos PMI di sepanjang jalur mudik.

“Semua posko menjadi bagian pelayanan kesehatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan. Beroperasi mulai H-7 sampai H+7 Lebaran (29 Mei 2019 sampai 12 Juni 2019),” ujar Girindra.

Selain itu, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik, Dinas Kesehatan akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan terhadap pengolahan makanan di sekitar terminal bisa.

DETIK-DETIK Penyelamatan Istri Ketua KPU Cianjur yang Disekap di Rumahnya, Tangan-Mulut Yanti Diikat

“Ini hal ini untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada pemudik akibat makanan yang tidak layak dikonsumsi,” ujar Girindra.

Dinas Kesehatan Kota Bandung juga akan memeriksa kesehatan pengemudi. Para pengemudi ini diharapkan mampu menjaga diri dari risiko kesehatan agar dapat mengantarkan para pemudik dengan selamat.

Kepada masyarakat Kota Bandung, Girindra berpesan agar menyiapkan fisik yang sehat dan prima sebelum melakukan perjalanan mudik dan senantiasa beristirahat di tiap 4 jam perjalanan.

Pendaftaran PPDB di SMPN 18 Bandung Berlangsung Kondusif, Disediakan 1.000 Antrean

“Selain itu, dianjurkan juga untuk tidak meminum obat yang menyebabkan kantuk, jangan mengonsumsi makanan atau minuman dari orang tidak anda kenal, gunakan masker atau pelindung debu dari polusi, serta jaga selalu kebersihan dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan dan minum,” ujar Girindra.

Penulis: Tiah SM
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved