Saat Santri Sedang Berbuka Puasa, Banjir Bandang Tiba-tiba Terjang Pesantren di Banten

Saat banjir bandang tiba-tiba menerjang bangunan asrama pondok pesantren atau Ponpes Raudhatul Muhajirin, para santri tengah berbuka puasa

Saat Santri Sedang Berbuka Puasa, Banjir Bandang Tiba-tiba Terjang Pesantren di Banten
KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN
Puing-puing bekas bangunan asrama pondok pesantren Raudhatul Muhajirin di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang masih tersisa setelah diterjang banjir bandang, Rabu (22/5/2019. 

TRIBUNJABAR.ID,LEBAK- Terjangan banjir bandang menghanyutkan bangunan asrama pondok pesantren atau Ponpes Raudhatul Muhajirin di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Saat banjir bandang tiba-tiba menerjang bangunan asrama Ponpes Raudhatul Muhajirin, para santri tengah berbuka puasa, Rabu (22/5/2019).

Semua santri yang berjumlah 30 orang selamat karena mampu segera berlindung di musala yang ada di lokasi yang lebih tinggi daripada terjangan banjir bandang.

Pimpinan Ponpes Raudhatul Muhajirin, Kyai Zainal Asikin mengatakan air tiba-tiba datang bergemuruh dan menerjang bangunan asrama yang berjarak sekitar 20 meter dari tepi sungai Cibeurih.

"Kejadiannya sangat cepat, air datang sekali tapi sangat besar, menggulung seperti tsunami," kata Kiai Zainal kepada Kompas.com, Kamis (23/5/2019).

Santri-santri yang tengah berbuka puasa di masing-masing kobong asrama langsung menyelamatkan diri, berlarian ke arah musala yang berada di tempat lebih tinggi.

Sempat Diterjang Banjir Bandang, SDN 106 Ajitunggal Cijambe Siapkan 6 Ruang Gelar Ujian Nasional

Kisah Dramatis Warga Saat Evakuasi Murid SDN 106 Ajitunggal Cijambe yang Terjebak Banjir Bandang

Tidak lama berselang, kata Zainal, bangunan asrama roboh, dan puing-puingnya hanyut tersapu aliran air yang perlahan surut.

Tidak banyak yang tersisa, kecuali atap asrama saja yang sebagian kerangkanya terbuat dari bahan seng.

Beruntung, santri yang berjumlah 30 orang, semuanya selamat, meski tidak sempat menyelamatkan barang-barang pribadi dan milik pesantren.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi bekas asrama pesantren, masih bisa ditemukan barang-barang milik santri yang berserakkan di bekas luapan sungai, seperti sajadah, buku-buku hadist, peralatan makan hingga Al Quran.

Peristiwa banjir bandang di Kabupaten Lebak menerjang empat kecamatan, antara lain Muncang, Sajira, Cimarga dan Leuwidamar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, banjir merendam setidaknya 209 unit rumah, 56 di antaranya rusak dan hanyut.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat mengunjungi lokasi banjir bandang mengatakan, peristiwa ini adalah yang paling parah terjadi di Kabupaten Lebak dalam 53 tahun terakhir. (Kontributor Banten, Acep Nazmudin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Bandang Hanyutkan Satu Pesantren saat Santri Berbuka Puasa"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved