Bos PT Long Sun Indonesia Didakwa Tidak Kelola Limbah Berbahaya dengan Baik

Direktur PT Long Sun Indonesia, Hsieh Ming Fa dituduh tidak melakukan pengolahan limbah berbahaya (B3) secara optimal

Bos PT Long Sun Indonesia Didakwa Tidak Kelola Limbah Berbahaya dengan Baik
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Direktur PT Long Sun Indonesia dituduh tidak melakukan pengolahan limbah berbahaya (B3) secara optimal. Hal tersebut terungkap dalam sidang pertama yang digelar di Ruang Seno Adji, Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Direktur PT Long Sun Indonesia, Hsieh Ming Fa dituduh tidak melakukan pengolahan limbah berbahaya (B3) secara optimal. Hal tersebut terungkap dalam sidang pertama yang digelar di Ruang Seno Adji, Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (23/5/2019).

Jaksa penuntut umum Fajrian Yustiardi dalam dakwaannya menyebutkan bos pencelupan kain ini didakwa melanggar Pasal 103 juncto pasal 116 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Jadi pada sekitar 6 Juni 2018, di pabrik yang dipimpin oleh terdakwa, ditemukan adanya limbah B3 yang tidak disimpan di tempat sebagaimana mestinya. Harusnya kan limbah berbahaya tersebut disimpan atau dikumpulkan di ruangan kedap udara, tidak dibiarkan begitu saja" tutur Fajrian ketika ditemui seusai sidang siang tadi.

Penemuan tersebut terjadi ketika tim dari Bareskrim Mabes Polri bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan inspeksi ke pabrik yang berada di Jalan Raya Nanjung Nomor 108, RT 04/13, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tersebut.

Menurut Fajrian, limbah B3 yang dikemas dalam drum tersebut ditemukan masih berada di sekitar pabrik. Sesuai aturan, limbah berbahaya harusnya disimpan dalam ruangan kedap udara agar tidak membahayakan lingkungan.

RSUD Lembang Jalani Akreditasi dari Tipe D ke C, akan Ada Empat Pelayanan Wajib

"Katanya mau diangkut oleh pihak ketiga, karena pengolahan limbah B3 PT Long Sun Indonesia ini dilakukan oleh pihak ketiga. Tapi sebelum diambil harusnya disimpan di tempat yang tidak secara langsung terpapar udara. Harus di ruangan khusus, yang kedap udara," katanya.

PT Long Sun Indonesia sendiri kata Fajrian memiliki hasil produksi pencelupan dan printing dengan kapasitas kurang lebih 9 sampai 10 ton per hari. Dengan bahan baku kain warna putih dari pemesan atau pelanggan untuk dijadikan kain tekstil.

Proses pencelupan dan Finishing sendiri menggunakan tenaga listrik sebagai bahan baku energi penggerak mesin produksi dan batu bara sebagai bahan bakar pemanas boiler. Dengan penggunaan batu bara setiap hari kurang lebih 13 sampai 14 ton per hari.

Kegiatan produksi tersebut menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses pencelupan maupun limbah padat (Sludge, Fly Ash dan Bottom Ash) yang berasal dari sisa pembakaran pada mesin pemanas boiler.

Fabiano Beltrame Tak Keberatan Main di Liga 2, yang Penting Bisa Main, Jangan Cuma Latihan Saja

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved