BNP2TKI Akui Banyak Keuntungan dari Kerja Sama Antara Korea Selatan dengan Indonesia

BNP2TKI menyebutkan, banyak keuntungan dari program penempatan government to government bagi pekerja migran Indonesia ke Korsel

BNP2TKI Akui Banyak Keuntungan dari Kerja Sama Antara Korea Selatan dengan Indonesia
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
BNP2TKI menggandeng Ikopin melaksanakan program penempatan government to government bagi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Arini Rahyuwati, menyebutkan, banyak keuntungan dari program penempatan government to government bagi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan.

Diketahui, jumlah penempatan PMI di Korea Selatan, sudah berlangsung sejak 2004 dan sejak dua tahun terakhir hingga saat ini jumlah kuota bagi PMI terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Ia menambahkan, kerjasama ini saling menguntungkan kedua belah pihak khususnya dalam bidang ekonomi, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara, meningkatkan pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Korea Selatan.

"Serta meningkatkan pula remitansi PMI yang dapat menumbuh kembangkan usaha bagi para PMI purna serta keluarganya," kata Arini di Kampus Ikopin, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (23/5/2019).

BNP2TKI Gandeng Ikopin Untuk Rekrutmen Tenaga Kerja ke Korea Selatan

Data pengiriman uang PMI Korea yang dipantau melalui perbankan mengalami peningkatan sejak dua tahun terakhir, yakni US $ 188.668.448 atau 2.6 Trilyun pada 2017 dan US $ 271.759.303 atau Rp. 3.9 pada 2018.

Arini menuturkan, Pemerintah Republik Indonesia saat ini terus berupaya meningkatkan kerjasama saling menguntungkan meningkatkan penempatan PMI ke Korea Selatan.

Hal tersebut dilakukan, agar dapat berjalan secara terkoordinasi dengan instansi, terkait jumlah penempatan PMI ke Korea Selatan dan dapat ditingkatkan setiap tahunnya.

"Kami sedangk mengembangkan jabatan pada sektor lainnya seperti Hospitality dan Perawat, di mana Indonesia memiliki potensi yang besar dalam penyediaan tersebut. Saat ini masih di sektor manufaktur serta perikanan," katanya.

BNP2TKI menggandeng, Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) untuk kedua kalinya terkait program penempatan government to government bagi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan.

Kabar Baik bagi Pekerja Migran di Priangan Timur, LTSA PPMI Akan Segera Hadir di Tasikmalaya

Proses rekrutmen tersebut merupakan hasil dari MoU antara Kementrian Tenaga Kerja Republik Korea (MOEL) serta BNP2TKI, dan para calon PMI harus melakukan sejumlah rangkaian tes.

Rangkaian tes terbagi atas tiga tahapan, yaitu tahap verifikasi dokumen peserta pada bulan Maret 2019, pelaksanaan ujian bahasa Korea dilaksanakan pada bulan April 2019, dan yang lulus mengikuti yaitu Ujian kemampuan pada 22-23 Mei 2019.

Pada 2017, kuota bagi PMI sebanyak 3.719 orang, sedangkan di 2018 6.921 orang, dan 2019, di Korea Selatan membutuhkan 8.800 orang.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved