Terungkap, Motif Pembunuhan Sadis di Griya Bandung Indah dan Polisi Sebut Pembunuhan Spontan

Bahkan setelah melakukan perbuatannya pada Minggu (19/5/2019) malam itu, Sandi sempat bersembunyi di atas plafon rumah kosong milik warga setempat.

Terungkap, Motif Pembunuhan Sadis di Griya Bandung Indah dan Polisi Sebut Pembunuhan Spontan
instagram
Tersangka Sandi, pembunuh seorang istri dan pelaku percobaan pembunuhan terhadap seorang suami di Bojongsoang 

Seperti yang diberitakan sebelumnya kalau Yulius Widodo (39) warga setempat mengatakan, peristiwa tersebut menimpa tetangganya, yang tinggal tepat di samping rumahnya di Blok H2 Nomor 12, RT 05/13, Kompleks GBI.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar waktu Isya.

 Kondisi Mengenaskan Korban Pembunuhan di GBI Bandung, Terbungkus Karung, Identitas Pelaku Terungkap

"Pas pulang dari salat Isya (dan Tarawih) di sini ada rame-rame, tapi saya enggak tahu ada apa kirain ribut-ribut biasa aja," katanya.

"Ternyata Om Feri keluar rumah sampai berdarah-darah di bagian lehernya," ucapnya.

Menurutnya korban sempat mengejar pelaku hingga di depan rumah. Namun pelaku langsung melarikan diri.

Tidak mampu menahan luka di tubuhnya, korban langsung ambruk di depan rumah.

Polisi menyebut korban upaya pembunuhan terhadap Feri Fadil (34) di Kecamatan Bojong Soang sempat meneriakkan takbir saat pelaku kabur meninggalkan rumahnya di Komplek Griya Bandung Indah.

"Keterangan saksi, mendengar orang berteriak Allahu Akbar di rumah korban dan saksi langsung menghampiri," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/5).

Saksi ternyata melihat ‎Feri berlumuran darah sambil merangkak dan menunjuk arah pelaku melarikan diri.

Feri juga sempat berkata bahwa pelaku tersebut pembunuh.

"Saksi sempat berusaha mengejar pelaku tapi dilarang oleh korban karena pelaku membawa senjata tajam. Saksi lalu mengevakuasi korban ke rumah orangtuanya masih di kawasan komplek menggunakan motor," ujarnya.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga kompleks yang baru keluar Tarawihan di Masjid Ulul Albab tepat berada di depan rumahnya.

Garis polisi dipasang di lokasi pembunuhan di GBI, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Garis polisi dipasang di lokasi pembunuhan di GBI, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Mumu Mujahidin/Tribun Jabar)

Korban yang terluka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Awalnya istrinya kok tidak ada, dicarilah sama keluarganya, dihubungi juga tidak ada. Karena penasaran dicari lagi sama kakaknya di dalam rumah, pas ke belakang rumah ketendang karungnya, ternyata jasadnya ada di dalam karung," ujarnya.

Polisi sudah identifikasi pelaku

"Pelaku sudah teridentifikasi berdasarkan keterangan keluarga suami. Kini kami tengah mengejar pelaku," ujar Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan via ponselnya, Senin (20/5).

‎Peristiwa naas tersebut terjadi pada pukul 19.00 Wib, namun, pihaknya baru menerima laporan sekitar pukul 23.00 Wib.

Motif di balik peristiwa ini belum diketahui. Hanya saja, diduga pelaku dan korban saling mengenal.

"Korban dan pelaku saling kenal, sepertinya ada masalah lalu terjadi cekcok dan berakhir dengan penganiayaan berat," ujar dia.

Untuk korban laki laki bernama Feri mengalami luka di muka dan bagian dada dan kini dirawat di rumah sakit.

Sedangkan Jihan, korban perempuan, tewas.

"Ada dua korban, mereka suami istri. Untuk istrinya tewas di lokasi kejadian, sedangkan suaminya kini dalam perawatan di rumah sakit," kata Indra.

 Ucapan Bela Sungkawa Penuhi Akun Medsos Korban Pembunuhan Sadis di GBI, Pelaku Diduga S

Pembunuhan di GBI

Jihan Nur Shofia (28) ditemukan tewas terbungkus karung plastik di dalam rumahnya.

Pihak kepolisian Polres Bandung langsung mengejar pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menuturkan jasad korban ditemukan di rumahnya yang berada di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) RT 05/13 Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (19/5/2019) malam.

Jasad ibu satu anak ini ditemukan beberapa jam setelah, suaminya Feri (30) selamat dari upaya pembunuhan oleh pelaku.

Feri kini dirawat intensif di Rumah Sakit Al Islam Kota Bandung.

"Tempatnya di Perumahan GBI, sekarang pelakunya sedang dalam pengejaran," katanya melalui telepon seluler, Senin (20/5/2019).

Indra mengungkapkan, dalam peristiwa tersebut terdapat satu orang korban meninggal dunia dan satu orang luka parah, keduanya merupakan pasangan suami istri.

"Korbannya satu meninggal dunia perempuan sekarang di Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Dan yang laki-laki di Rumah Sakit Al Islam sedang dilakukan perawatan, mengalami luka di bagian mata," ungkapnya.

Menurutnya, pelaku dan korban saling kenal. Belum diketahui motif dalam kejadian ini.

"Mereka saling kenal. Ada masalah, kami sudah mengantongi pelaku. Kita sudah tahu nama pelaku, tahu dari korban yang laki-laki," pungkasnya.

Polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhanterhadap perempuan bernama Jihan dan upaya pembunuhanterhadap suaminya, Feri di Komplek Griya Bandung Indah (GBI), Kecamatan Bojongsoang, Minggu (19/5/2019).

"Pelaku sudah teridentifikasi berdasarkan keterangan suami. Kini kami tengah mengejar pelaku," ujar Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (20/5/2019).

‎Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00.

Namun, pihaknya baru menerima laporan sekitar pukul 23.00.

Motif di balik peristiwa ini belum diketahui.

Hanya saja, diduga pelaku dan korban saling mengenal.

"Korban dan pelaku saling kenal, sepertinya ada masalah lalu terjadi cekcok dan berakhir dengan penganiayaan berat," ujar dia.

Untuk korban laki laki bernama Feri mengalami luka di muka dan bagian dada dan kini dirawat di rumah sakit, sedangkan Jihan, korban perempuan ditemukan tewas.

"Ada dua korban, mereka suami istri. Untuk istrinya tewas di lokasi kejadian, sedangkan suaminya kini dalam perawatan di rumah sakit," kata Indra.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis diduga terjadi di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (19/5/2019) malam.

Korban ditemukan terbungkus karung plastik dalam kondisi tak bernyawa.

Peristiwa pembunuhan sadis tersebut menimpa Jihan Nur Shofia (28).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, jasad istri dari Feri (30) itu ditemukan terbungkus karung plastik beberapa jam setelah peristiwa penganiayaan dengan kekerasan kepada sang suami.

Feri selamat dari peristiwa upaya pembunuhan tersebut dan mengalami luka parah.

Saat ini korban tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung.

Sandi Disergap Polisi

Jajaran Polres Bandung berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap Jihan Nur Shofi (28) sekaligus percobaan pembunuhan terhadap Feri Fadli (30) suaminya, warga Kompleks Griya Bandung Indah (GBI), Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Senin (20/5/2019) malam.

Sebelumnya Jihan ibu rumah tangga sekaligus pengusahan Pet Shop Kucing hias ini ditemukan tak bernyawa dalam karung plastik di rumahnya. Sementara sang suami Feri Fadli berhasil lolos dari percobaan pembunuhan oleh pelaku, namun mengalami luka berat hingga harus dirawat di RS Al Islam Kota Bandung.

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik melalui telepon seluler menuturkan tersangka ditangkap masih di sekitar Kompleks GBI, Bojongsoang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tersangka ditangkap tadi malam di sebuah gudang. Masih di GBI lokasinya kurang dari 10 kilometer dari TKP," katanya melalui telepon seluler, Selasa (21/5/2019).

Firman membenarkan tersangka pembunuhan dan percobaan pembunuhan pasangan suami istri ini berinisial S, alias Sandi. Sandi ditangkap saat tengah bersembunyi di sebuah gudang di kompleks yang sama.

Garis polisi dipasang di lokasi pembunuhan di GBI, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Garis polisi dipasang di lokasi pembunuhan di GBI, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

Bahkan setelah melakukan perbuatannya pada Minggu (19/5/2019) malam itu, Sandi sempat bersembunyi di atas plafon rumah kosong milik warga setempat.

Sandi bersembunyi selama kurang lebih 17 jam di atas plafon rumah kosong.

"Sebelumnya dia sembunyi dulu di plafon rumah warga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Baru jam 12 siang, besoknya tersangka turun dan sembunyi di gudang itu," tuturnya.

Namun ternyata gerak-gerik tersangka diperhatikan oleh warga setempat. Kemudian warga tersebut melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Tak lama turun dari plafon dan pindah bersembunyi di gudang, pihak kepolisian langsung menciduk tersangka pembunuhan dan penyerangan suami istri di gudang tersebut.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved