Kerusuhan di Jakarta

KPAI Sesalkan Keterlibatan Anak di Bawah Umur Dalam Aksi 22 Mei

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi 22 Mei yang berlangsung di sekitar Kantor Badan Peng

KPAI Sesalkan Keterlibatan Anak di Bawah Umur Dalam Aksi 22 Mei
hakim baihaqi/tribun jabar
Tiga anak di bawah umur berhasil diamankan aparat Kepolisian Resor (Polres) Sumedang dalam operasi pekat di Jalan Raya Bandung-Garut 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi 22 Mei yang berlangsung di sekitar Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.

Pada Jumat lalu (17/5/2019), KPAI telah memanggil perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan Tim Kampanye Nasional (TKN), untuk tidak melibatkan anak di bawah umur pada aksi 22 Mei.

Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, mengatakan, pada pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya, tidak melakukan provokasi dan memberikan edukasi yang tidak proporsional kepada anak-anak.

Di Sela Tugas Amankan Aksi Depan Bawaslu, Personel Brimob Sujud, Ia Khusyuk Jalankan Ibadah Salat

"Walaupun ada aksi 22 Mei, kami menolak keterlibatan anak karena situasianya tidak kondusif, kerumunan itu tidak terprediksi. Kami memverifikasi, sepertinya ada korban anak di Rumah Sakit Harapan Anak," kata Rita melalui sambungan telepon, Rabu (22/5/2019).

Dalam surat edaran bersama Bawaslu, KPU, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan KPAI, pascapemilu dipastikan terjadi sengketa pemilu dan kerap melibatkan anak di bawah dalam aksi.

Rita mengatakan, faktor pelarangan anak terlibat dalam aksi tersebut yakni karena usia tersebut masih disibukkan mencari eksistensi dan jatidiri.

"Perlu diarahkan ke sisi positif, belajar demokrasi tidak harus dengan demontrasi ke jalan. Kalau tidak sesuai bisa diselesaikan di MK, sebenarnya itu yang terpenting," katanya.

Diwartakan sebelumnya, tiga anak di bawah umur berhasil diamankan aparat Kepolisian Resor (Polres) Sumedang dalam operasi pekat di Jalan Raya Bandung - Garut, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa malam (21/5/2019).

Anak di bawah usia tersebut yakni, AI (14), F (14), dan P (15). Ketiganya merupakan warga asal Kampung Cirayuk, Desa Sindangraja, Kecamatan Jamanis, Kota Tasikmalaya.

SBY Juluki Prabowo Sebagai Champions of Democracy, Ia pun Lega Jokowi Akan Jadi Pemimpin Indonesia

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved