Tolak People Power, GPK dan GP Ansor Kota Cirebon Ajak Warga Kuatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Puluhan orang yang tergabung dalam GPK dan GP Ansor Kota Cirebon menyatakan penolakan terhadap isu people power

Tolak People Power, GPK dan GP Ansor Kota Cirebon Ajak Warga Kuatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Perwakilan GPK Kota Cirebon dan GP Ansor Kota Cirebon saat Deklarasi Umat Islam Menolak Radikalisme sebagai Sarana Meraih Politik Kekuasaan di Sekretariat GPK Kota Cirebon, Kp Kesunean Tengah RT 08 RW 08, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (21/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kota Cirebon dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Cirebon menyatakan penolakan terhadap isu people power yang diserukan sejumlah pihak untuk menolak hasil Pemilu 2019.

Pernyataan sikap yang dikemas dalam Deklarasi Umat Islam Menolak Radikalisme sebagai Sarana Meraih Politik Kekuasaan itu digelar di Sekretariat GPK Kota Cirebon, Kp Kesunean Tengah RT 08 RW 08, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (21/5/2019).

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Pembina GPK Kota Cirebon, Habib Ahmad Humed Bin Yahya, dan Ketua GP Ansor Kota Cirebon, Ahmad Bana.

Pembina GPK Kota Cirebon, Habib Ahmad Humed Bin Yahya, mengatakan, riak-riak yang muncul pascapesta demokrasi saat ini terkesan ingin membuat situasi yang kurang kondusif.

Karenanya, warga Indonesia harus bisa menangkal seluruh isu provokatif yang muaranya ingin mengganggu stabilitas kamtibmas.

"Mari menguatkan kembali ukhuwah, persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan uswatun hasanah atau keteladanan yang baik," kata Habib Ahmad Humed Bin Yahya saat ditemui usai deklarasi.

Ratusan Warga Jabar Peringati 111 Tahun Harkitnas, Aksi Jahit Kain Merah Putih Sepanjang 50 Meter

Ia mengatakan, dalam kehidupan berdemokrasi perbedaan pilihan adalah suatu keniscanyaan dan merupakan hal yang biasa.

Namun, setelah pemilu selesai dilaksanakan, seyogyanya seluruh masyarakat kembali menghimpun energi bersama untuk membangun Bangsa dan Negara.

Pihaknya berpesan, kepada seluruh lapisan masyarakat agar menerima apapun keputusan yang diumumkan oleh KPU RI nanti.

"Siapa pun yang terpilih itu adalah pilihan rakyat dan patut didukung untuk Indonesia damai serta demi kemaslahatan umat," ujar Habib Ahmad Humed Bin Yahya.

Jelang 22 Mei, Masyarakat Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih demi Jaga Persatuan

Sementara Ketua GP Ansor Kota Cirebon, Ahmad Bana, menegaskan menolak provokasi people power menjelang pengumuman Pemilu 2019.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi menjelang pengumuman Pilpres dan Pileg sehingga dikhawatirkan menimbulkan gesekan sosial.

Karenanya, diharapkan warga Kota Cirebon dapat menjaga persatuan dan tidak terpancing berita yang belum tentu kebenararanya.

"Kami mendukung upaya pencegahan provokasi yang mengajak untuk melakukan people power, karena bagi kami NKRI harga mati," kata Ahmad Bana.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved