Kawal Hasil Pemilu 2019 dan Tegakkan Konstitusi Negara, Fisip Unpas Gelar Diskusi Terbatas

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (FISIP UNPAS) bekerja sama dengan Forum Dialog Intelektual Jabar

Kawal Hasil Pemilu 2019 dan Tegakkan Konstitusi Negara, Fisip Unpas Gelar Diskusi Terbatas
Tribun Jabar/Cipta Permana
Pengamat Politik Unpad, Muradi, menjelaskan terkait potensi-potensi yang akan terjadi jelang aksi 22 Mei, dalam kegiatan diskusi terbatas bertemakan ‘Mengawal Hasil Pemilu 2019 dan Menegakkan Konstitusi Negara’, di Ruang Rapat Dekanat Fisip Unpas, Jalan Lengkong Besar, Senin (20/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (FISIP UNPAS) bekerja sama dengan Forum Dialog Intelektual Jabar,
menggelar kegiatan diskusi terbatas bertemakan ‘Mengawal Hasil Pemilu 2019 dan Menegakkan Konstitusi Negara’, di Ruang Rapat Dekanat Fisip Unpas, Jalan lengkong besar, Bandung Senin (20/5/2019).

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh para tokoh akademisi yang memiliki kompetensi di bidang politik, seperti pengamat politik Unpad, Muradi;
anggota Dewan Pers 2004/2009 dan pakar media, Ridho Easy; Dekan Fakultas Hukum Unpas, Anton F Susanto, serta perwakilan Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat.

Dekan FISIP Unpas, M Budiana mengatakan, digelarnya acara diskusi ini berdasarkan pada adanya kesadaran yang menginginkan Indonesia yang lebih baik dan roda pemerintah berjalan sesuai dengan konstitusional.

“Bahwa semua telah diatur dan berjalan lama. Kita sudah mengadakan pemilihan umum berkali-kali, ada yang menang dan yang kalah. Yang menang siap untuk dilantik dan yang kalah siap melakukan melakukan mekanisme sesuai konstitusi. Ada wadah untuk itu semua, baik Mahkamah Konstitusi maupun Mahkamah Agung,” ujarnya usai acara.

Sementara itu, pengamat politik dari Unpad, Muradi, berharap aksi yang direncanakan pada 22 Mei nanti dapat berlangsung normal, tertib, dan damai. Namun, dirinya tetap mengkhawatirkan adanya penumpang gelap yang turut dalam aksi tersebut.`

“Saya mencatat ada lima hingga sembilan titik yang menjadi target aksi teror. Yang paling tampak di muka adalah aparat keamanan seperti TNI dan atau Polri. Lalu simbol-simbol negara, seperti KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” ujar Muradi di lokasi yang sama.

Multaqo Ulama, Cendikiawan, dan Ormas Islam di Kabupaten Cirebon Cegah Isu Power People

Ia menuturkan, seperti diketahui bersama bahwa belum lama ini Detasemen Khusus 88 Polri, telah menangkap sejumlah terduga teroris yang akan melancarkan aksinya dalam kerumunan massa pada 22 Mei mendatang. Terlebih ia menduga, banyak aktor intelektual yang akan turut memanfaatkan momentum tersebut, sebagai ajang eksistensi diri.

Disinggung mengenai ‘people power’ yang diserukan sejumlah pihak terkait hasil Pemilihan Umum 2019, Muradi menyebut, istilah tersebut sudah melenceng dari arti sebenarnya.

Kekuatan rakyat atau people power dalam artian demokrasi dijelaskan Muradi, seharusnya dilakukan karena adanya ketidakadilan yang berimbas kepada masyarakat luas, bukan karena kepentingan suatu golongan.

Mengapa Hasil Penghitungan Manual dan Situng KPU Beda? Ini Daerah-daerah yang Berbeda dan Alasannya

Bila memang ada kecurangan yang terjadi pada Pemilu, khususnya Pemilihan Presiden, Muradi menyerukan agar pihak-pihak tersebut, menggunakan saluran yang sudah ada dan sesuai konstitusi.

“Kalau ada kecurangan, sebaiknya pihak-pihak tersebut melaporkannya ke Bawaslu, ke MK atau pihak yang berwenang atas hal tersebut. Kalau memang terbukti ada kecurangan, publik boleh menolak. Tapi, kalau tidak dilakukan, istilah ‘people power’nya bukan definitif,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak larut dalam suasana tersebut, yang justru pada akhirnya akan memberikan kerugian atau ketidakbermanfaatan bagi masyarakat secara luas. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved