Disperindag KBB dan Satgas Pangan Sidak ke Swalayan, Ini Temuannya

Disperindag Bandung Barat lakukan sidak sejumlah produk makanan dan minuman bersama Satgas Pangan di swalayan wilayah Kota Baru Parahyangan

Disperindag KBB dan Satgas Pangan Sidak ke Swalayan, Ini Temuannya
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kepala Pelaksana Tugas Disperindag KBB, Maman Sulaeman saat meninjau makanan dalam kemasan di pasar modern Padalarang, Selasa (21/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat lakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah produk makanan dan minuman bersama Satgas Pangan di sejumlah pasar modern (swalayan) wilayah Kota Baru Parahyangan dan Padalarang, Selasa (21/5/2019).

Kepala Pelaksana Tugas Disperindag, Maman Sulaeman langsung memimpin sidak ini. Dari hasil penelusuran, Maman menemukan sejumlah kemasan produk makanan dari industri kecil menengah (IKM) asal Jakarta yang masa edarnya telah habis, yakni 2017.

"Mestinya masa edarnya diperpanjang lagi. Saya juga tadi temukan minyak goreng bermerk yang belum berstandar nasional Indonesia (SNI)," ujarnya.

Setelah melakukan inspeksi ini, Maman tak menemukan satu pun IKM yang berasal dari Bandung Barat. Padahal, kata Maman, Bandung Barat memiliki sebanyak 6.000 IKM.

"Pasar modern di KBB mestinya memasukan produk lokal dari IKM KBB pula. Saya sangat menyayangkan," katanya.

OPM di Cimahi Diserbu Warga, Pemerintah Siapkan 6.000 Paket di 3 Kecamatan

Dia meminta manajemen pasar swalayan yang ada di Kota Baru Parahyangan untuk dapat menarik produk susu kaleng dan dus yang kemasannya rusak, serta meminta klarifikasi dari minyak goreng yang tak berstandar.

Kesempatan sama, Store Manager Giant Kota Baru Parahyangan, Heni Rohaeni mengakui ada barangnya yang tak layak. Dia pun menegaskan akan menarik produk yang tak layak tersebut. Pihaknya pun, kata Heni selalu setiap hari melakukan pemeriksaan jika ada barang atau produk yang rusak.

"Kalau masalah izin edar memang kami tak terlalu memperhatikan izin edarnya tapi lebih fokus ke kadaluarsa," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved