BPN Prabowo - Sandiaga Uno Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK, Dedi Mulyadi Apresiasi

Dedi Mulyadi menilai gugatan ke MK merupakan langkah lebih terhormat dan sesuai konstitusi daripada melakukan aksi di jalanan.

BPN Prabowo - Sandiaga Uno Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK, Dedi Mulyadi Apresiasi
Istimewa
Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Joko Widodo - Maruf Amin untuk Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Presiden Jokowi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi - Maruf Amin Jawa Barat (TKD Jabar), Dedi Mulyadi, mengapresiasi kubu pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang akan menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dedi Mulyadi menilai gugatan ke MK merupakan langkah lebih terhormat dan sesuai konstitusi daripada melakukan aksi  di jalanan.

"Lebih terhormat menggugat hasil pemilu di MK daripada melakukan aksi politik di jalanan," kata Dedi Mulyadi melalui sambungan telepon, Selasa (21/5/2019).

Prabowo & Jokowi Beda Nasib di Pemilu, Ada yang Menang Beruntun, Ada yang Gagal 3 Kali di Pilpres

Menurut Dedi Mulyadi, langkah seorang negarawan pastilah selalu menggunakan koridor konstitusi dalam menyelesaikan setiap masalah.

Mahkamah Konstitusi, kata Dedi Mulyadi, adalah pintu konstitusi yang bisa ditempuh siapa pun yang keberatan, baik atas hasil pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif.

"Sehingga jalan menggugat ke MK lebih baik dibanding dengan langkah politik hukum jalanan dalam menyelesaikan setiap problem yang sebenarnya tak akan selesai, bahkan akan menyebabkan masalah baru dalam kehidupan demokrasi," kata ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu kembali dan menerima hasil Pemilu 2019 dengan lapang dada.

"Hasil pemilu sudah diumumkan dan Jokowi - Maruf Amin raih suara terbanyak. Mari kita hormati hasil pemilu yang sudah memakan korban jiwa. Mereka sudah berkorban demi menegakkan demokrasi," kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, Jokowi - Maruf Amin bisa melanjutkan pembangunan yang selama ini sudah dilakukan dengan baik.

Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bisa menjadi oposisi tetapi sesuai koridor hukum.

"Jika menjadi oposisi, silakan memberi kritik konstruktif berdasarkan fakta dan data. Tapi tidak berdasarkan hoaks karena Indonesia tidak mengenal kritik berdasarkan hoaks," kata Dedi Mulyadi.

Sandiaga Uno Berapi-api Ikrarkan Perjuangan Bersama Prabowo di Pilpres 2019, Sebelumnya Tampak Lesu

Menang Pilpres 2019, Jokowi Bilang Ingin Tetap Bersahabat dengan Prabowo dan Para Pendukungnya

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved