Sejumlah Pengendara Jalan Raya Bandung-Garut Berharap PKL di Kawasan Cimanggung Bisa Ditertibkan

Pengendara beharap PKL di trotoar kawasan industri Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, untuk ditertibkan.

Sejumlah Pengendara Jalan Raya Bandung-Garut Berharap PKL di Kawasan Cimanggung Bisa Ditertibkan
hakim baihaqi/tribun jabar
Pengendara mengeluhkan aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) disebagian trotoar hingga badan jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Para pengendara berharap, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar kawasan industri Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, untuk ditertibkan.

Kios para PKL yang berada di fasilitas publik tersebut, menempati hampir seluruh lebar trotoar, hingga para pelintas terpaksa melangkah di bahu jalan berdampingan dengan pengendara.

Berada tepat di depan salah industri makanan, sejumlah gerobak penjual makanan berada di bahun jalan, hal tersebut membuat pengendara terlihat menurunkan laju kecepatan.

Pantauan Tribun Jabar, Senin (20/5/2019), akibat adanya aktivitas para PKL itu, mengakibatkan munculnya titik-titik parkir liar.

Rizal Sunardi (35), Seorang pengendara asal Kecamatan Cileunyi, mengatakan, seharusnya PKL tersebut tidak berjualan di fasilitas publik, karena menganggu para pengendara lain.

"Sangat menganggu, apalagi jalan ini jalur nasional untuk ke luar kota," kata Rizal di Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, Senin (20/5/2019).

DPRD Jabar Menyambut Baik Pemindahan Penerbangan dari Bandara Husein ke BIJB Kertajati

Ia mengatakan, trotoar yang berada di sepanjang jalan tersebut, diketahuinya baru dibangun pada akhir 2018, namun sudah ditempati oleh PKL, beberapa di antaranya adalah bangunan semi permanen.

Rizal berharap, pemerintah atau aparat setempat dapat segera menertibkan para PKL tersebut, sehingga kenyamanan para pengendara dan pejalan kaki kembali dirasakan.

"Fungsi trotoar harus segera dikembalikan," katanya.

Puncak Arus Mudik Diprediksi 31 Mei, Kendaraan yang Lintasi GT Cikampek Utama Diperkirakan 130 Ribu

Pengendara lainnya asal Kecamatan Jatinangor, Aditya Nugraha (34), mengatakan, kalau ia pernah mengalami kecelakaan di sekitar lokasi deretan PKL karena terhalang oleh kendaraan para pembeli yang diparkir di bahu jalan.

"Saya waktu nyerempet karena kaget, terus jatuh. Mau nyalahin siapa, tetapi tidak bisa," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved