Breaking News:

Pesan Bikkhu Ratanadhiro Saat Perayaan Waisak di Cirebon, Umat Harus Lestarikan Budaya Cincai

Bikhu Ratanadhiro berpesan agar umat Budha melestarikan budaya cincai sesuai ajaran Sang Budha.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Prosesi pemercikan air suci kepada umat Budha yang menghadiri Perayaan Tri Suci Waisak 2019/2563 BE di Ballroom Hotel Prima, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (19/5/2019) malam. 

Ia juga berpesan, barang siapa yang ingin bahagia maka harus membuang semua kemarahan dan kebencian yang ada dalam dirinya.

Pasalnya, kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, maka untuk mengakhirinya kebencian harus dibalas cinta kasih.

Menurut dia, sifat cinta kasih akan muncul dari diri kita tatkala sudah membuang jauh-jauh rasa amarah dan kebencian.

"Saat menemui kesulitan juga kita harus merenungkannya dulu, jangan asal mengambil tindakan yang bisa merugikan orang lain," kata Bikkhu Ratanadhiro.

Selain itu, dia juga berpesan untuk mewaspadai maraknya berita hoaks yang beredar di masyarakat.

Bahkan, Bikkhu Ratanadhiro mengibaratkan jika saat ini perang bukanlah menggunakan senjata, melainkan dengan kata-kata atau berita hoaks.

Karenanya, pihaknya mengajak umat Budha hanya membagikan berita-berita baik.

Pasalnya, berita tidak baik atau hoaks jika disebarkan akan menimbulkan bencana.

"Kalau ingin membagikan berita tahan dulu, saring sebelum sharing, pilih yang baik-baik saja," ujar Bikkhu Ratanardhiro.

Usai pesan Waisak itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemercikan air suci ke ratusan umat Budha yang hadir.

Diiringi doa-doa, seluruh rangkaian kegiatan perayaan Tri Suci Waisak pun berlangsung khidmat.

Simpan Sejarah Kerajaan Thailand, Curug Dago Bandung Dikunjungi Orang Thailand Saat Waisak

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved