Sabtu, 30 Mei 2026

Kebakaran Pasar Kosambi

Pasar Kosambi Terbakar, Ini Sejarah Panjang Pasar yang Pernah Dijadikan Bioskop Tersebut

Pasar Kosambi memiliki sejarah peradaban perekonomian dan hiburan masyarakat Bandung saat itu.

Tayang:
Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ery Chandra
Satu unit alat blower diturunkan oleh petugas pemadam untuk mengurai asap dihalaman Pasar Kosambi, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019), malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasar Kosambi merupakan pusat perbelanjaan yang berada di Kota Bandung, tepatnyadi Kelurahan Kebon Pisan, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Sayangnya, pada Sabtu (18/5/2019) malam, kebakaran melanda bangunan di Pasar Kosambi. Hampir 18 jam pemadam kebakaran mencoba memadamkan api.

Pasar Kosambi yang menjadi kawasan perniagaan tersebut terbakar di bagian lantai bawah.

Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman kebakaran di Pasar Kosambi.
Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman kebakaran di Pasar Kosambi. (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Namun, siapa sangka, Pasar Kosambi dulunya merupakan kawasan hiburan di Kota Bandung.

Pasar Kosambi memiliki sejarah peradaban perekonomian dan hiburan masyarakat Bandung saat itu.

Sejarah Pasar Kosambi dimulai bermula ketika lokasi Kawasan Kosambi menjadi pusat sosial-ekonomi.

Bagaimana sejarahnya? Berikut sejarah Pasar Kosambi yang dikutip Tribun Jabar dari Komunitasaleut.com. 

Bermula pada tahun 1898 saat Pemerintah Hindia Belanda memindahkan pabrik Artille Constructie Winkle (pabrik senjata) yang saat ini Pindad dari Surabaya ke Bandung.

Seluruh karyawan pabrik tersebut diboyong ke Bandung dan menetap di daerah Kiaracondong.

Sebelum adanya pasar Kiaracondong seperti saat ini, Pasar Kosambi saat itu menjadi pusat sosial ekonomi mereka di Bandung.

Hal tersebut dikarenakan kawasan Pasar Kosambi paling dekat dengan Kiaracondong.

Saat itu, disekitar Pasar Kosambi orang-orang Jawa berkumpul untuk berdagang atau sekedar mengobrol.

Kegiatan sosial tersebut menjadi awal terbentuknya rumah pertunjukan kebudayaan Jawa yang bernama Sriwedari.

Mulai saat itulah kawasan Kosambi menjadi kawasan hiburan dengan adanya pertunjukan kebudayaan Jawa. 

Di rumah pertunjukan Sriwedari tersebut sering dilangsungkan pertunjukkan wayang kulit dan ludruk dalam Bahasa Jawa.

Tak hanya Sriwedari, beberapa ratus meter dari Sriwedari, terdapat rumah pertunjukan orang Sunda yang diberi nama Srikandi.

Sama halnya seperti Sriwedari, Srikandi juga sering menggelar pertunjukan kebudayaan Sunda seperti wayang golek.

Tak hanya soal kebudayaan tradisional, Kawasan Kosambi juga terdapat pusat hiburan kontemporer.

Di kawasan Kosambi pernah ada tiga bioskop yang berjaya pada masa itu.

Biosop yang paling tua di kawasan Kosambi saat itu adalah Rivoli Theater yang berdiri tahun 1935.

Bioskop tersebut kemudian berganti nama menjadi Bioskop Fadjar pada 1970-an, yang terkenal sering memutarkan film-film silat Mandarin. 

Bioskop Fadjar akhirnya ditutup setelah buka tak sampai satu dekade.

Bangunan bekas Bioskop Fadjar tersebut kemudian digunakan sebagai Gedung Pertunjukkan Rumentangsiang.

Adapun Bandung Theater yang merupakan bioskop terkenal, lokasinya di seberang Gedung Pertunjukan Rumentangsiang.

Lokasi Bandung Theater tepat berseberangan dengan Bioskop Fajar.

Gedung Bandung Theater berdiri tepat di atas lahan Pasar Kosambi yang kini terbakar.

Bioskop Bandung Theater tersebut milik Chand Parwez yang sangat peduli dengan perfilman nasional.

Hal tersebut dikarenakan Bandung Theater sering memutar film-film karya anak bangsa, membuat Bandung Theater sering mendapat penghargaan seperti Piala Citra. 

Sekitar awal tahun 1990-an, Bandung Theater harus ditutup lantaran lesunya industri film Indonesia, dan monopoli distribusi film. 

Kemudian Bandung Theater berganti menjadi Pusan Pertokoan Kosambi yang sering dikenal dengan Pasar Kosambi yang kini terbakar

Bioskop terakhir yang bertahan di kawasan Kosambi adalah Plaza Theater.

Bangunan Plaza Theater saat ini menjadi sentra komputer dan elektronik yang sekarang dikenal Jaya Plaza.

Jaya Plaza menjadi pusat pertokoan komputer dan elektronik lebih awal sebelum adanyan Bandung Electronic Center.

Bioskop Plaza Theater ini berlokasi di lantai paling atas gedung Jaya Plaza.

Bioskop Plaza Theater juga ditutup pada periode hampir sama dengan Bandung Theater.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved