Didenda Ratusan Juta & Tribun Selatan Maguwoharjo Harus Kosong 4 Laga, PSS Sleman Tak Ajukan Banding

Beda sikap dengan Arema FC, PSS Sleman tak akan ajukan banding terhadap sanksi Komdis PSSI.

Didenda Ratusan Juta & Tribun Selatan Maguwoharjo Harus Kosong 4 Laga, PSS Sleman Tak Ajukan Banding
DEODATUS KRESNA MURTI BAYU AJI/BOLASPORT.COM
Laga PSS Sleman Vs Arema FC di Pekan Pertama Liga 1 2019 

TRIBUNJABAR.ID - Jika Arema FC mengajukan banding, lain halnya dengan PSS Sleman dalam menyikapi sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.

Sanksi diberikan Komdis PSSI karena laga pembuka Liga 1 antara PSS Sleman vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu pekan lalu diwarnai kerusuhan antar-suporter.

Wasit bahkan sempat menghentikan pertandingan selama hampir satu jam.

Komdis PSSI kemudian mengeluarkan keputusan terkait kericuhan tersebut.

Panpel PSS Sleman harus menutup sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali pertandingan dan didenda Rp 50 juta.

Ini karena Panpel PSS Sleman tak bisa memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan, dan penonton.

Yang kedua memberikan sanksi terhadap PSS Sleman karena pendukungnya menyalakan flare, kembang api, petasan, terlibat saling lempar dengan suporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.

Mereka dikenai denda Rp 150 juta.

PSS Sleman tidak akan melakukan banding atas hukuman yang dijatuhkan.

"PSS Sleman tidak akan melakukan banding atas hukuman yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI," ujar Viola Kurniawati, CEO PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) di laman Kompas.com, lewat keterangan tertulisnya, Minggu (19/5/2019).

Laga PSS Sleman melawan Arema FC untuk sementara waktu diberhentikan terlebih dahulu akibat kerusuhan yang dilakukan suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019),
Laga PSS Sleman melawan Arema FC untuk sementara waktu diberhentikan terlebih dahulu akibat kerusuhan yang dilakukan suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019), (BolaSport.com/Mochammad Harry)
Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved