11 Persen Saham BIJB atau Bandara Kertajati Diminati Investor Luar Negeri

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat ( PT BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati di Majalengka akan mendapat suntikan penyertaan modal

11 Persen Saham BIJB atau Bandara Kertajati Diminati Investor Luar Negeri
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Bandarudara Internasional Jawa Barat ( PT BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati di Majalengka akan mendapat suntikan penyertaan modal dari PT Angkasa Pura II (AP II) sebesar Rp 625 miliar yang akan dibayar dalam tiga termin pembayaran.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya terus menggelar rapat secara maraton terkait pembahasan rencana kepemilikan saham PT AP II di PT BIJB sebesar 25 persen tersebut. Keputusan penyertaan modal ini merupakan hasil rapat yang dipimpin Menko Maritim dan Menteri Perhubungan serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil pekan lalu.

“Kami rapat tindaklanjut membahas kaitan dengan sharing saham AP II ke BIJB 25 persen, yang nilainya mencapai Rp 625 miliar, dibayarkan ke BIJB dalam jangka waktu 3 tahun,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (20/5/2019).

Sekda Pemprov Jawa Barat, Iwa Karniwa, ditemui di Gedung Sate, Jumat (1/2/2019).
Sekda Pemprov Jawa Barat, Iwa Karniwa, ditemui di Gedung Sate, Jumat (1/2/2019). (Tribunjabar/Theofilus Richard)


Menurut Iwa, pihaknya sudah meminta agar PT BIJB membahas secara rinci besaran penyertaan modal yang akan dibayarkan per tahunnya oleh AP II. Diakui Iwa, sampai saat ini angka Rp 625 miliar akan diputuskan dalam rapat-rapat antara BUMD dan BUMN yang mengelola Bandara Kertajati, Majalengka tersebut.

“Berapa pertahunnya, bulan apa dibayarkan, akan ada rapat lanjutan,” tuturnya.

DPRD Jabar Menyambut Baik Pemindahan Penerbangan dari Bandara Husein ke BIJB Kertajati


Selain mematangkan rencana AP II menjadi pemegang saham di BUMD yang mayoritas dimiliki Pemprov Jabar, pihaknya juga memastikan ada juga sisa 11 persen saham yang hendak ditawarkan pada investor asing asal Malaysia.

“Kita mendorong ada peminat yang mengincar 11 persen saham, kita terbuka saja mana yang paling duluan masuk ke PT BIJB,” katanya.

Iwa menghitung jika dikonversikan dalam rupiah, saham sebesar 11,6 persen tersebut setara dengan uang Rp sekitar Rp 290 miliar.

Dari dua rencana penyertaan modal tersebut pihaknya berharap salah satunya bisa segera terealisasi mengingat PT BIJB membutuhkan dana penyertaan modal dalam waktu dekat. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved