Minggu, 12 April 2026

Kebakaran Pasar Kosambi

Titik-titik Api di Pasar Kosambi Belum Semua Padam, Diskar PB Kota Bandung Gunakan Alat Blower

Petugas Diskar PB Kota Bandung menggunakan blower atau alat pengisap asap untuk mencari titik-titik api yang belum padam di Pasar Kosambi.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Ery Chandra
Satu unit alat blower diturunkan oleh petugas pemadam untuk mengurai asap dihalaman Pasar Kosambi, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019), malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petugas Dinas Diskar PB Kota Bandung menggunakan blower atau alat pengisap asap untuk mencari titik-titik api yang belum padam di Pasar Kosambi.

Hingga kini, petugas mengalami kesulitan menemukan titik api di Pasar Kosambi, Kota Bandung.

Dari pengamatan Tribun Jabar sepintas, tampak satu unit mobil yang bertuliskan Diskar PB Kota Bandung yang di atasnya memiliki blower atau alat pengisap asap. Asap berwarna putih pun terus menggumpal di halaman Pasar tersebut.

Sejumlah petugas Diskar PB Kota Bandung masih terus berjaga di sekitar lokasi pemadaman dan pendinginan kebakaran.

Kepala Bidang Operasi Pemadam dan Penyelamat Diskar PB Kota Bandung, Kurnia Saputra mengatakan pihaknya menurunkan satu unit alat blower itu untuk mengisap atau mengurai asap.

"Api tak bisa dikeluarkan, jadi muncul kembali. Masih ada bara dan api. Mengingat kondisi gelap. Jadi sumber apinya masih ada," ujar Kurnia Saputra, di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019), malam.

Kisah Heroik Pemadam Kebakaran di Pasar Kosambi Bandung, Tembus Kobaran Api hingga Temukan Pusat Api

Kurnia Saputra menuturkan kini sebanyak empat orang petugas yang mengenakan oksigen khusus masuk ke dalam bangunan pasar. Guna mengurai titik-titik apinya.

"Apinya lagi disiram. Titiknya dibagian sebelah kiri ini," katanya.

Menurut dia, rencananya mereka akan terus bersiaga hingga pagi esok hari. Pasalnya, bara api terus bermunculan. Setelah sempat padam sebentar.

"Titik apinya muncul terus. Ini parahnya dibasement," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved