Wiranto: Waspadai Penumpang Gelap Menjelang Penetapan Perolehan Suara Hasil Pemilu 2019

Menurut Wiranto, penumpang gelap itu berusaha mengambil keuntungan dari situasi politik dalam negeri menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019

Wiranto: Waspadai Penumpang Gelap Menjelang Penetapan Perolehan Suara Hasil Pemilu 2019
KOMPAS IMAGES/ANDREAS LUKAS A
Menko Polhukam Wiranto 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Menjelang penetapan perolehan suara hasil Pemilu 2019, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengingatkan semua pihak mewaspadai "penumpang gelap".

Menurut Wiranto, penumpang gelap itu berusaha mengambil keuntungan dari situasi politik dalam negeri menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) pada 22 Mei 2019.

Pernyataan soal mewaspadai penumpang gelap itu, ucap Wiranto, tak bermaksud untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Ada unsur-unsur yang mencoba mencari keuntungan dari situasi politik saat ini. Waspadai unsur penumpang gelap yang akan mendominasi langkah berikutnya dan kendalikan republik ini. Saya bukan menakut-nakuti tapi saya sampaikan apa adanya," kata Wiranto saat acara buka puasa bersama pimpinan redaksi media massa, di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Karena itu, Wiranto mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak mengikuti ajakan-ajakan yang dapat memecah belah bangsa.

Viral Foto Prabowo di Bandara, Diisukan Pergi ke Luar Negeri Jelang 22 Mei, Begini Penjelasan BPN

BPN Prabowo-Sandi Akan Demonstrasi Selama 3 Hari, Minta Jokowi-Maruf Didiskualifikasi

Pemerintah, menurut dia, akan terus menjaga keamanan nasional sampai pengumuman KPU nanti.

“Hukum harus ditegakkan karena demokrasi yang kadang-kadang bernuansa kebebasan, maka remnya hukum," ujar Wiranto.

Mantan Panglima ABRI itu berharap, kondisi saat ini tidak seperti tahun 1998 yang sampai menimbulkan kerusuhan.

Menurut dia, Pemilu jangan sampai menjadikan bangsa terpecah belah.

“Hanya masalahnya ada pihak-pihak tertentu dalam pemilu ini tidak mau kalah. Bahkan ada indikasi akan masuk pada upaya-upaya konstitusional tetapi maksa. Konstitusional kalau maksa jadi tidak konstitusional," ujar Wiranto.

Moeldoko: Jangan Ngomong Sembarangan, Tangkepin Aja Kalau Masih Ngomong Sembarangan

KRONOLOGI Penangkapan 11 Debt Collector di Jalan Asia Afrika Bandung, Tiarap Saat Polisi Datang

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved