Sugeng Tak Sedang Gangguan Jiwa Saat Mutilasi Perempuan di Pasar Besar Malang, Begini Kata Psikiater

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiater, Sugeng tak dalam keadaan gangguan jiwa saat memutilasi korbannya di Pasar Besar Malang.

Sugeng Tak Sedang Gangguan Jiwa Saat Mutilasi Perempuan di Pasar Besar Malang, Begini Kata Psikiater
Surya.co.id/Rifky Edgar
Tim K-9 Polres Malang Kota saat melakukan penelusuran menggunakan anjing pelacak di lokasi mutilasi Pasar Besar, Kota Malang, Rabu (15/5/2019) 

TRIBUNJABAR.ID- Tersangka kasus mutilasi perempuan di Pasar Besar Malang, Sugeng (49), disebut sadar saat memutilasi jasad korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiater, Sugeng tak dalam keadaan gangguan jiwa saat memutilasi korbannya di Pasar Besar Malang.

Psikiater justru mencurigai, Sugeng menyembunyikan sesuatu. Bahkan, pria 49 tahun itu dicurigai punya hubungannya khusus dengan korban mutilasi.

"Psikiater menyebutkan bahwa pelaku pada saat melakukan mutilasi tidak dalam keadaan mengalami gangguan jiwa namun gangguan perilaku," kata apolres Malang Kota AKBP Asufri dikutip dari Surya Malang, Jumat (17/5/2019).

Dari hasil pemeriksaan awal, Sugeng diketahui memiliki kepribadian neurotik, perasaan terisolir, malu, serta ciri yang obsesif.

Meski telah melakukan pemeriksaan, tim psikiater merasa ada hal yang masih disembunyikan oleh pria yang pernah tinggal di Jodipan Wetang gang III ini.

Penyebab Sebenarnya Korban Mutilasi Meninggal, Simak Curhatan Terakhirnya pada Sugeng

Sugeng Dipastikan Tidak Membunuh, Hanya Memutilasi Jasad di Pasar Besar Malang, Ini Fakta Terbarunya

Terduga pelaku mutilasi, Sugeng alias SAS dihadirkan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus mutilasi seorang perempuan di Lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, Kamis (16/5/2019).
Terduga pelaku mutilasi, Sugeng alias SAS dihadirkan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus mutilasi seorang perempuan di Lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, Kamis (16/5/2019). (SURYAMALANG/Hayu Yudha Prabowo)

Tak hanya itu, psikiater juga melihat kemungkinan adanya hubungan antara Sugeng dengan korban.

"Dari keterangan pelaku ini masih ada yang disembunyikan."

"Kemudian juga ada keterangan pelaku yang bisa dilihat psikiater bahwa pelaku ada hubungan dengan korban," jelas Asfuri.

Asfuri melanjutkan, Sugeng merasa ingin memiliki korban karena sebelumnya pernah mempunyai tiga istri yang telah dipisahkan.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved