Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan: Jika Prabowo-Sandi Tak Gugat ke MK, Mereka Mengakui Keputusan KPU

"Ada hak untuk ke MK, kalau (Prabowo-Sandiaga) tak menggunakannya, artinya selesai dan mengakui keputusan KPU yang sudah final," kata Hinca Panjaitan

Captue KompasTv
Prabowo-Sandiaga di debat capres 2019. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Meski tergabung dalam Koalisi Adil dan Makmur, pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, Partai Demokrat menerima hasil Pemilu 2019 berdasarkan undang-undang (UU) dan konstitusi yang berlaku.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Menurutnya, sengketa hasil Pemilu 2019 tetap harus diselesaikan di Mahkamah Konstitusi ( MK ).

"Demokrat menyikapinya berbasiskan konstitusi. Jadi, sudah diatur sedemikian rupa dan kami menyetujui sejak awal dalam UU Pemilu bahwa siapapun yang keberatan atas hasil rekapitulasi oleh KPU bisa mengajukan perkara ke MK," ujar Hinca Panjaitan saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Hinca Panjaitan, jika nanti secara resmi Prabowo-Sandiaga memutuskan untuk tidak ke MK dalam menggugat hasil Pilpres 2019, itu artinya hasil rekapitulasi KPU sejatinya diakui.

"Ada hak untuk ke MK, kalau (Prabowo-Sandiaga) tidak menggunakannya, artinya selesai dan mengakui keputusan KPU yang sudah final," kata Hinca Panjaitan.

Isu Akan Ada Gerakan Massa di 22 Mei 2019, Sandiaga Uno Mengaku Tak Bisa Mencegah

Muncul Petisi Dukung Dokter Ani Hasibuan di Change.org, Ditujukan untuk KPU, Polri, hingga Presiden

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan (DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)

Dalam hal ini, seperti lanjutnya, posisi Demokrat jelas berada di posisi pihak yang mendukung hasil berdasarkan konstitusi. Hal tersebut telah disepakati oleh Demokrat melalui wakilnya di DPR.

"Saya tegaskan Demokrat didirikan dengan basis konstitusi dan UU dan sudah kita sepakati bersama di DPR," kata Hinca Panjaitan.

Seperti diketahui, Prabowo menyatakan penolakan terhadap hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU karena dinilai penuh kecurangan.

Sebaliknya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengklaim mereka memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24 persen dan Jokowi-Maruf Amin 44,14 persen.

Perolehan suara yang diklaim hasil penghitungan internal paslon 02 itu bertolak belakang dengan hasil Situng KPU yang sudah menembus 82,68 persen data masuk.

Penghitungan KPU menunjukkan Jokowi-Maruf Amin unggul dengan 56,23 persen dan Prabowo-Sandi kalah dengan 43,77 persen.

Meski mengklaim ada kecurangan, Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan, Prabowo-Sandi tidak akan mengajukan gugatan ke MK. Ia mengaku pihaknya sudah tidak percaya lagi terhadap Mahkamah Konstitusi. (Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Prabowo Tak ke MK Gugat Hasil Pemilu, Artinya Mengakui Penetapan KPU"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved