Mengenal Sedekah Ngider Bandung, Berdakwah Lewat Berbagi
Saat berdiri, Sedekah Ngider Bandung ini sebelumnya adalah komunitas cabang daerah yang berpusat di Jakarta.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung bukan hanya cukup dikenal sebagai kota yang melahirkan berbagai komunitas-komunitas kreatif hobi atau lain sebagainya yang hanya terkesan memperhatikan kemajuan zaman saja.
Tetapi banyak pula di antaranya yang melahirkan komunitas yang bergerak di bidang sosial, yang memperhatikan keperdulian terhadap sesama.
Kelompok sukarelawan yang fokus untuk berbagi ini misalnya.
Yaitu Sedekah Ngider Bandung, merupakan sekolompok sukarelawan sosial yang fokus berkegiatan menebar sedekah atau berbagi, khususnya di wilayah kota Bandung.
Saat berdiri, Sedekah Ngider Bandung ini sebelumnya adalah komunitas cabang daerah yang berpusat di Jakarta.
Seiring perkembangannya, berpusat di Jakarta, pergerakkannya menular hingga ke beberapa daerah di Indonesia.
Di antaranya Bekasi, Bogor, Yogyakarta, Lampung, Purwokerto, Banyumas, Palu, termasuk di Kota Bandung ini.
Leader Sedekah Ngider Bandung, Hapsari Nila Lestari (36), mengatakan Sedekah Ngider pertama didirikan di Jakarta tiga tahun lalu, atau tepatnya pada tanggal 3 April 2016, oleh Taufik Ary Fairnanto.
Komunitas ini terbangun berawal dari gerakan sekelompok anak muda remaja Masjid At Tin Jakarta, yang bergerak di bidang sosial dakwah dan berfokus kepada kegiatan sedekah atau berbagi.
Dulu saat hanya ada di Jakarta, di awal perkembangannya Sedekah Ngider dibantu sejumlah para artis Hijrah, di antaranya Dimas Seto, Dude Herlino, pasangan Fairuz dan Sony dan lain sebagainya.
Seiring bejalannya waktu Sedekah Ngider kini telah berbadan hukum bernama Yayasan Sedekah Ngider Indonesia, tertanggal 5 Maret 2018.
Bersekretariat di jalan kampung baru I RT 15 RW 09 No. 26 Kel. Kelapa Dua Wetan Kec. Ciracas Jakarta Timur. Sedekah Ngider berkembang, merambah bergerak di bidang Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tentu saja sosial kemanusiaan.
"Kami memiliki visi ingin meningkatkan dan menumbuhkan kepedulian sosial di masyarakat melalui Sedekah," Leader Sedekah Ngider Bandung, Hapsari Nila Lestari (36), kepada Tribun Jabar, Jumat (17/5/2019).
Adapun Sedekah Ngider Bandung sendiri baru mulai bergerak sekitar setahun yang lalu tahun 2018.
Leader Sedekah Ngider Bandung, atau akrab disapa Nila, mengatakan saat mereka bergerak beberapa bulan sebagai komunitas lantas berangsur menjadi yayasan tersebut.
Namun dalam hal ini baginya tidak ada yang berbeda untuk bergerak. Justru komunitas yang menjadi yayasan kini memudahkan langkanya untuk berbagi.
Lantaran dengan berbadan hukum lantas meningkatkan rasa kepercayaan dan kenyamanan bagi donatur, agar pula pihaknya senatiasa menjaga amanah hingga benar-benar disampaikan kepada haknya.
Nila mengatakan, pertama kali Sedekah Ngider Bandung bergerak di bulan maret 2018 untuk berbagi kurang lebih 100 nasi bungkus di pasar Cicadas Bandung.
Sedekah Ngider Bandung berbagi memberikan kepada para pemulung, tukang becak, petugas kebersihan, pedagang kaki lima yang keliling lanjut usia, manusia gerobak dan lain sebagainya.
"Kami tidak memberikan untuk pengemis, tapi kami lebih mengutamakan yang sudah lanjut usia, karena masih banyak yang kami temui," ujarnya.
Sesuai namanya Sedekah Ngider Bandung, kata Nila, untuk berbagi itu kelompoknya benar-benar berkeliling Bandung berbagi tersebut, mencari penerima yang memang menurutnya pantas menerima.
Relawan Sedekah Ngider Bandung menghampiri orang-orang yang membutuhkan tersebut.
Selain berbagi nasi bungku, Sedekah Ngider Bandung juga berbagi sembako kepada duafa lanjut usia, pemulung, atau tukang sampah, pedagang kaki lima keliling, tukang becak dan lain sebagainya.
Untuk berkeliling mencari penerima yang patas itu, Sedekah Ngider Bandung menggunakan kendaraan mobil dan membagi dua untuk menyebar menyusuri setiap daerah di kota Bandung.
"Begitu nemu, kami jalan pelan kemudian lari dan memberikan sedekah tersebut, tak sedikit dari mereka langsung terdiam dan mengucap syukur," ujarnya.
Nila mengatakan paling sedikit untuk sembako Sedekah Ngider Bandung hanya baru bisa memberikan sekira 100 paket sembako, yang rutin dibagikan setiap bulannya atau terkadang diselengi dengan beberapa kegiatan sosial lainnya.
Dalam sepaket sembako kurang lebih bernilai Rp 70 ribuan, di dalamnya ada beras, minyak, gula, teh, mi instan, kecap dan sembako lainnya.
"Lumayan karena beras 2 kilo yang dikasih, mungkin bagi sembagian orang bisa sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari sampai 2 hari," ujarnya.
Selain berbagi sembako Sedekah Ngider Bandung juga aktif menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, semisal cek gula darah, kolesterol, dan tensi darah.
Nila mengatakan sejauh ini donasi yang terkumpul di Sedekah Ngider di Bandung berasal dari teman-teman internal dan dari orang-orang terdekat.
"Biasanya jika kami akan merencanakan kegiatan, setelah info itu dishare di grup whatsapp, alhamdulillah respon teman-teman lumayan masih bisa terkumpul banyak," ujarnya.
Dengan gerakan berbagi yang masif dilakukan Sedekah Ngider Bandung ini, Nila berharap ke depannya pihaknya mendapatkan respon baik dari masyarakat, sehingga mampu mengumpulkan donasi yang lebih banyak lagi untuk orang-orang yang sangat membutuhkan.
Adapun sukarelawan yang ikut berkontribusi dalam gerakan ini rata-rata masih cukup muda, mulai dari pekerja atau karyawan, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.
Rata-rata usia volunteer di usia 20 sampai 40 tahun.
Namun Nila mengatakan di Sedekah Ngider Bandung relawan yang aktif saat ini didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga.
Sementara kalangan mahasiswa hanya bisa membantu saat mengadakan kegiatan-kegiatan tertentu.
Di bandingkan dengan daerah lain, di bandung yang menjadi volunteer aktif terbilang paling sedikit.
Volunteer di Sedekah Ngider Bandung masih kekurangan relawan, terhitung hanya 5 orang yang aktif yang bisa terjun ke masyarakat, katanya.
"Jadi kami masih kesulitan merekrut orang yang benar mau terjun ke lapangan, kebanyakan mereka lebih memilih menyumbangkan uangnya dari pada menyumbangkan tenaga," ungkapnya.
Karena melihat kondisi para relawan dsri berbagai berprofesi pekerja, menurutnya memang cukup sulit mengatur waktu.
Adapun Sedekah Ngider Bandung terbuka bagi siapapun yang berminat bergabung ikut berkontribusi menitipkan rezekinya dan terjun ke masyarakat.
Sedekah Ngider Bandung memiliki akun media sosial Instagram yakni, @Sedekahngiderbandung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-komunitas-sedekah-ngider-bandung.jpg)