BPN Prabowo-Sandi Akan Demonstrasi Selama 3 Hari, Minta Jokowi-Maruf Didiskualifikasi

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan demonstrasi damai itu digelar pada 20, 21, dan 22 Mei

Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Prabowo Subianto dan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto makin lengket 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno akan menggelar unjuk rasa atau demonstrasi damai selama tiga hari yang berakhir pada hari penetapan hasil perolehan suara Pilpres 2019 dan Pileg 2019.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Siti Hediati Hariyadi atau yang karib disapa Titiek Soeharto mengatakan demonstrasi damai itu digelar pada 20, 21, dan 22 Mei 2019.

Menurut Titiek Soeharto, unjuk rasa tersebut untuk memprotes penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai penuh kecurangan.

"Tentu kami akan kelihatannya demo damai tanpa kekerasan, mungkin kami duduk aja, selama ini kami kaya dicuekin aja nih kami sudah teriak-teriak pemilu curang DPT ganda, DPT bermasalah, yang meninggal (KPPS) begitu banyak, kami sudah menyuarakan itu tapi kok kayanya dicuekin aja," kata Titiek Soeharto usai menghadiri deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, di Jalan Proklamasi, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

"Nah ini bentuk dari protes kami, kami nanti akan melakukan demo damai," ujar Titiek Soeharto.

Unjuk rasa ini, ucapnya, akan melibatkan massa yang besar. Putri presiden kedua Soeharto tersebut tidak menyebutkan estimasi massa yang akan hadir.

Mengenal Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Kapolda Jabar Saat Ini, Pernah Tanggulangi Terorisme di Poso

Moeldoko: Jangan Ngomong Sembarangan, Tangkepin Aja Kalau Masih Ngomong Sembarangan

Adapun tempat unjuk rasa akan tersebar di sejumlah titik, termasuk di Bundaran Hotel Indonesia.

"Tidak seperti 212 (jumlahnya), tapi cukup banyaklah kalau pemerintah mengerahkan aparat 160 ribu TNI, seratus sekian ribu polisi, insha Allah massa kami lebih dari itu," katanya.

Politikus Partai Berkarya itu memastikan bahwa aksi akan dilakukan dengan damai. Terkecuali bila aparat keamanan bertindak represif.

"Insya Allah damai, ya kami pasti damai kecuali kalau di sana kami ditimpuki gas, ditembaki gas air mata, kami rakyat yang ingin memperjuangkan tapi kami ditembak-tembaki tapi dizalimi, nah itu tentunya rakyat yang akan bicara sendiri," katanya.

20 Tahun Hilang, Pria asal Garut Ditemukan di Madiun, Petugas Terpaksa Pakai Google Translate

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Persipura di Liga 1 2019, Persib Bandung Incar Poin Penuh

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved