Pilpres 2019

Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019, Wiranto Akui Kalah Pilpres Berkali-kali Tapi Tetap Happy

Mengaku berbeda sikap dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Menkopolhukam Wiranto mengaku tidak masalah walau pernah kalah pemilihan presiden

KOMPAS.com/Ihsanuddin
Menko Polhukam Wiranto saat acara buka puasa bersama pimpinan redaksi media massa, di Jakarta, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mengaku berbeda sikap dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Menkopolhukam Wiranto mengaku tidak masalah walau pernah kalah pemilihan presiden berkali-kali.

Karena itu, ia juga berharap Prabowo Subianto menerima apa pun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pilpres 2019.

Jika nantinya KPU menetapkan Jokowi - Maruf Amin sebagai pasangan calon terpilih, artinya Prabowo belum berhasil.

"Yang kalah itu kan bisa disebut dengan belum berhasil," kata Wiranto saat buka puasa bersama pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Wiranto: Ada yang Coba Cari Keuntungan

Menurut Wiranto, kalah dan menang dalam kontestasi adalah suatu hal yang biasa.

Ia menyontohkan dirinya sendiri yang juga sudah beberapa kali kalah dalam pilpres.

Pada 2004, Wiranto yang berpasangan dengan Salahudin Wahid kalah dari SBY - Jusuf Kalla.

Lalu, pada 2009, Wiranto yang kala itu menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla kembali kalah oleh SBY - Boediono.

"Saya pun enggak pernah berhasil juga kan. Saya bolak balik kalah, happy-happy saja," kata Wiranto.

Wiranto meyakini, pengumuman pemenang pilpres pada 22 Mei mendatang akan berlangsung kondusif jika kedua pasangan calon mau menerima apa pun hasil yang telah ditetapkan KPU.

Jika ada yang keberatan dengan hasilnya, maka ada jalur hukum lewat Mahkamah Konstitusi.

“Hanya masalahnya ada pihak-pihak tertentu dalam pemilu ini tidak mau kalah. Bahkan ada indikasi akan masuk pada upaya-upaya konstitusional tetapi maksa. Konstitusional kalau maksa jadi tidak konstitusional," ujar mantan Panglima ABRI ini. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wiranto: Saya Bolak-balik Kalah Pilpres "Happy-happy" Saja"

Potret Rizky Irmansyah, Pria Muda di Balik Prabowo Subianto, Tengok Foto-foto Wajah Tampannya

Prabowo tolak hasil penghitungan KPU

 Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, Prabowo menganggap telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

"Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang," ujar Prabowo saat berbicara dalam acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Prabowo mengatakan, selama ini pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) telah mengumpulkan bukti terkait dugaan kecurangan yang terjadi.

Dalam acara tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya.

Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU.

"Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua BPN Djoko Santoso.

Menurut dia, dugaan kecurangan itu sudah dilaporkan oleh BPN sejak awal, namun tak pernah ditindaklanjuti.

"Beberapa waktu lalu kami sudah kirim surat ke KPU, tentang audit terhadap IT KPU, meminta dan mendesak di hentikan sistem penghitungan suara di KPU yang curang, terstruktur dan sistematis," kata Djoko.

Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais : PAN Dukung Prabowo Tolak Hasil Pemilu 2019

BPN Menolak

Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil perhitungan suara pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Alasannya, BPN mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya pada Pilpres 2019.

"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat indonesia yang sadar hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso dalam acara mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dalam acara tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya.

Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU.

Menurut Djoko Santoso, permasalahan itu sudah dilaporkan oleh BPN sejak awal namun tak pernah ditindaklanjuti.

"Beberapa waktu lalu kami sudah kirim surat ke KPU, tentang audit terhadap IT KPU, meminta dan mendesak dihentikan sistem penghitungan suara di KPU yang curang, terstruktur sistem," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU

Real Count C1 Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandiaga H-5 22 Mei, KPU Terbukti Salah Input Data Situng

Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais : PAN Dukung Prabowo Tolak Hasil Pemilu 2019

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved