Pilpres 2019

Moedoko Sebut Tudingan Kecurangan Pilpres 2019 Sama dengan 2014 dan Ada yang Manfaatkan Momen Pemilu

Tudingan kecurangan Pilpres 2019 yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sama dengan Pilpres 2014.

Tribun Jabar/Theofilus Richard
Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, ditemui wartawan di Rumah Makan Saung Bale Kambang, Bandung, Jumat (4/1/2019) 

Moeldoko mengatakan, yang akan dirugikan adalah masyarakat itu sendiri jika mereka berbondong-bondong datang ke Jakarta.

Sebabnya, mereka yang tidak tahu-menahu nantinya akan menjadi korban jika kerusuhan pecah saat terjadi pengumpulan massa di saat penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.

Moeldoko mengatakan, potensi penunggangan massa yang berkumpul pada 22 Mei nanti bukan skenario yang dibuat pemerintah.

Ia memastikan hal tersebut merupakan rencana yang akan dijalankan berdasarkan laporan yang diterimanya.

Selain itu, lanjut Moeldoko, saat ini juga dibangun opini seolah ada penembak jitu (sniper) yang bersiap menembak ke arah massa yang berkumpul pada 22 Mei 2019.

"Ada opini yang dibangun seolah-olah ada kelompok sniper. Ini juga dibangun semuanya ini. Agar nanti kalau ada tembakan, dari siapa pun dia, padahal bukan dari aparat keamanan, dinyatakan bahwa aparat keamanan menembak, sniper menembak," ujar Moeldoko.

"Saya ingin tegaskan, tidak ada sniper! Jadi supaya paham agar tidak digulung jadi berita yang merugikan pemerintah. Saya katakan dengan tegas, tidak ada sniper!" lanjut dia. (Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

AHY Temui Jokowi di Istana Kepresidenan, Moeldoko Sebut Tak Menutup Kemungkinan Bahas Koalisi

Anies Baswedan Jadi Sorotan, Demokrat Minta Tiru Sikap AHY, Gerinda: Anies Tak Ingin Jadi Menteri

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved