Atasi Masalah Sampah di Garut, Bupati Rudy Siapkan Anggaran di Kelurahan

Anggaran Rp 10 juta per kelurahan akan digelontorkan Pemkab Garut untuk menangani persoalan sampah.

Atasi Masalah Sampah di Garut, Bupati Rudy Siapkan Anggaran di Kelurahan
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Bupati Garut, Rudy Gunawan di Kantor Bupati Garut, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Anggaran Rp 10 juta per kelurahan akan digelontorkan Pemkab Garut untuk menangani persoalan sampah.

Dana tersebut digunakan untuk memilah sampah agar tak terlalu menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS).

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya menginginkan agar produksi sampah dari masyarakat bisa berkurang. Salah satu caranya dengan mengolah sampah di kelurahan.

"Tapi baru bisa dianggarkan tahun depan. Nanti setiap kelurahan akan dianggarkan," ujar Rudy di Pendopo Garut, Jumat (17/5/2019).

Bupati Rudy Pastikan Masalah Darurat Sampah di Garut Tuntas Pekan Ini

Masalah sampah di Garut, lanjutnya, bukan hanya jadi persoalan pemerintah. Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk bisa mengurangi volume sampah.

Pemerintah dipastikan hadir untuk mengatasi tumpukan sampah yang terjadi selama dua pekan. Kelurahan pun sudah diminta ikut berperan menyelesaikan sampah di wilayahnya.

"Memilah sampah itu cara yang paling efektif untuk mengurangi sampah. Makanya harus ada peran dari kelurahan. Nanti sampah organik dan anorganiknya dipilih," katanya.

Jalan Menuju TPA Pasirbajing Rusak, Truk Sulit Sampai ke Atas, Imbasnya Sampah Menumpuk di Garut

Menumpuknya sampah, tambah Rudy, sudah menjadi perhatian khusus Pemkab Garut. Pihaknya pun akan memperbaiki sistem agar bisa lebih optimal dalam pengelolaannya.

"Kami tidak ingin ada lagi penumpukan sampah. Inginnya di TPS bisa selesai soal sampah. Tapi memang butuh proses," ucapnya.

Untuk di desa-desa, kepala desa bisa menggunakan dana desa. Selama ini program penanggulangan sampah sudah dimiliki pemerintah. Namun belum berjalan optimal.

"Sampah organik dan anorganik ini punya nilai jual. Tinggal bagaimana cara mengolahnya. Makanya saya minta dinas bisa menyampaikan ke masyarakat," katanya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved