Hikmah Ramadhan

Makna Keadilan dan Kebaikan: Jangan Karena Kebencian Menghalangi Seseorang Berbuat Adil

Janganlah karena perasaan subyektivitas, terutama kebencian, lalu menghalangi seseorang berbuat adil. (Quran 5:8)

Makna Keadilan dan Kebaikan: Jangan Karena Kebencian Menghalangi Seseorang Berbuat Adil
Pixabay
Ilustrasi puasa Ramadhan 

Dalam Alquran terdapat tiga kata konseptual tentang keadilan ini, yaitu al-'adl, al-qisth, al-mizan. Jagat semesta ini berjalan dan bertahan karena adanya prinsip keadilan dan keseimbangan. Bangunan yang tegak kokoh menjulang tinggi juga dibangun berdasarkan prinsip keseimbangan.

Pahala dan 13 Manfaat Zakat Fitrah, Suci dari Dosa, Melintasi Jembatan di Akhirat Seperti Kilat

Kita bisa berdiri dan berjalan juga karena tubuh kita seimbang, berlaku prinsip keadilan. Kesehatan tubuh juga dirawat berdasarkan kaidah keadilan dan keseimbangan. Maka janganlah kamu rusak prinsip keseimbangan itu.

La tukhsirul mizan (Quran 55:9). Jadi, timbangan dagangan di pasar, yang tampaknya kecil, bekerja sebagai bagian dari timbangan kosmik yang berlaku di jagat semesta. Keadilan, keseimbangan, dan keharmonisan merupakan prinsip tiga serangkai yang menyangga kehidupan semesta ini.

Lalu, apa beda antara keadilan dan kebaikan? Keadilan itu memberikan dan menjaga hak seseorang yang memang miliknya, sedangkan kebaikan (ihsan) itu mengeluarkan sesuatu dari yang kita miliki untuk orang lain secara tulus dan memberikan manfaat bagi penerimanya.

Berbuat baik artinya mengeluarkan dan memberikan kebaikan dari diri kita untuk orang lain. Jika keadilan dan kebaikan ini menjadi sifat seorang pemimpin lalu diwujudkan dalam kebijakan politiknya, pasti anak buah dan rakyat akan respek dan mencintainya.

H-6 Pengumuman KPU, Hasil Real Count C1 di Situng Sudah 84 Persen, Ini Perolehan Jokowi Vs Prabowo

Rakyat akan membela dan rela berkorban untuk pemimpinnya karena tahu dan yakin yang dilakukan adalah untuk kebaikan masyarakat luas, bukan untuk dirinya.

Dengan demikian, prinsip keadilan dan kebaikan akan menjadi sumber kekuatan bagi tegaknya sebuah pemerintahan.

Adil, baik, dan benar merupakan tiga nilai fundamental yang selalu didambakan manusia dari zaman ke zaman. Proses pendidikan selalu mengajarkan tiga nilai dasar tersebut.

Karena ketiganya senantiasa didambakan, dibela dan diperjuangkan. Ketiganya itu juga merupakan fitrah manusia, yaitu dorongan laten dan permanen dalam setiap diri anak Adam untuk melakukannya, tumbuh tanpa melalui proses sekolah. (*)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved