Pilpres 2019

Habib, Ulama, & Pimpinan Pesantren se-Jabar Kumpul di Bandung, Bahas Begini Soal People Power

Pertemuan ulama, habib, dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Barat di Bandung ternyata juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Jabar.

Habib, Ulama, & Pimpinan Pesantren se-Jabar Kumpul di Bandung, Bahas Begini Soal People Power
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pertemuan ulama, habib, dan pimpinan pondok pesantren se- Jawa Barat digelar di Jalan Peta, Kota Bandung Rabu (15/5/2019). 

"Artinya people power bisa dikenai fatwa haram karena dalam fiqih masuk kategori bughot yang artinya menggulingkan pemerintahan yang sah. Bughot itu dilarang, haram dan harus diperangi," ujarnya.

Sembilan Kesepakatan

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, berdasarkan daftar hadir yang tertera dan ditandatangani, mereka yang hadir berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jabar.

Pertemuan itu menyapakati sembilan hal:

Pemuda dan Mahasiswa se Bandung Raya mendeklarasikan penolakan provokasi dan gerakan people power, Selasa (14/5/2019).
Pemuda dan Mahasiswa se Bandung Raya mendeklarasikan penolakan provokasi dan gerakan people power, Selasa (14/5/2019). (Istimewa)

1. Umat Islam agar memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk mencapai ketaqwaan sempurna, meningkatkan taqarrub kepada Allah dan senantiasa berdoa untuk bangsa dan negara agar tetap kondusif.

2. Mempererat silaturahmi antar sesama anak bangsa, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwan basyariah, menjauhi saling fitnah, pertengkaran, perpecahan dan tindakan tercela lainnya serta terus saling memaafkan satu sama lain.

3.Terus meneguhkan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI karena iu semua sudah berjalan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

4. Berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, perdamaian dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontra produktif.

PMII Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Tolak Aksi People Power

5. Menghindari segala bentuk provokasi, fitnah dan kekerasan selama dan sesudah bulan ramadhan.

6. Mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh NKRI, sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintahan yang sah karena hal ini sangat jelas diajarkan dalam Islam yang kita anut.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved