Dahulukan Makan Kurma untuk Berbuka Puasa, Begini Penjelasan Medisnya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat.

Dahulukan Makan Kurma untuk Berbuka Puasa, Begini Penjelasan Medisnya
shutterstock
Buah kurma. 

Sedangkan orang yang berbuka puasa dengan langsung makan dan minum yang kurang mengandung unsur gula, maka apa yang telah disantapnya baru diserap oleh lambungnya selama 3-4 jam.

Hal ini tidak terjadi bagi orang yang berbuka puasa dengan mengkonsumsi kurma yang banyak mengandung unsur gula karena proses penyerapannya dapat berlangsung relative lebih cepat.

Kurma lebih unggul dari makanan lain yang mengandung gula. Hal ini juga didukung bukti, yaitu segelas air yang mengandung glukosa akan diserap tubuh dalam waktu 20-30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit.

Maka, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan ini juga kaya dengan serat.

Hal senda disampaikan oleh thespruceeats.com, urutan iftar atau makan untuk berbuka puasa adalah ruthab (kurma basah), tamr (kurma kering) kemudian air.

Kalau itu pun tidak ada, maka boleh menggunakan sirup atau juice buah yang mengandung unsur gula yang cukup, seperti air yang dicampur sedikit madu, jeruk, lemon, dan sebagainya.

Jadi kenapa kurma harus lebih dahulu kita konsumsi?

Kurma mengandung banyak gula, serat, mineral, fitonutrien, dan vitamin C (saat segar).

Kandungan kurma juga mengandung kalium, magnesium, zat besi, dan sejumlah kecil protein dan lemak. Kurma mudah dicerna, menjadikannya sumber energi dan nutrisi yang cepat.

Makan kurma setelah seharian berpuasa dapat membantu kadar glukosa darah tubuh cepat kembali normal.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved