Dahulukan Makan Kurma untuk Berbuka Puasa, Begini Penjelasan Medisnya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat.

shutterstock
Buah kurma. 

Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.

Aktivitas pedagang kurma saat merapikan beberapa jenis kurma yang dijual di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). Selama bulan suci Ramadhan 1440 H permintaan kurma mengalami peningkatan hingga 50% dibandingkan bulan biasa.  Tribunnews/Jeprima
Aktivitas pedagang kurma saat merapikan beberapa jenis kurma yang dijual di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). Selama bulan suci Ramadhan 1440 H permintaan kurma mengalami peningkatan hingga 50% dibandingkan bulan biasa. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat.

Hal ini merupakan cara pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga liver (hati) tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh.

Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai liver (hati) apalagi kalau dalam keadaan basah.

Setelah itu, liver (hati) pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.

Mengutip apa yang disampaikan Dokter Ahmad Abdurrauf Hasyim dalam kitabnya Ramadhan wath Thibb, Ustadz Abu Kayyisa Zaki Rahmawan di laman almanhaj.or.id menyampaikan;

Mmakanan yang sangat diperlukan bagi orang yang ingin berbuka puasa adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh darah, lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga.

Zat-zat yang mengandung gula yaitu glukosa dan fruktosa memerlukan 5-10 menit dapat terserap dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Keadaan tersebut terjadi pada orang yang sedang berpuasa.

Jenis makanan yang kaya dengan kategori tersebut yang paling baik adalah kurma khususnya ruthab (kurma basah) karena kaya akan unsur gula, yaitu glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.

Tak hanya itu, mengutip pendapat Ustadz DR Anwar Mufti rahimahullaah berkata, Ustadz Abu Kayyisa Zaki Rahmawan pun menyampaikan, sesungguhnya usus menyerap air yang mengandung gula membutuhkan waktu kurang lebih selama 5 menit, hal ini dapat cepat memperkuat tubuh yang sedang lemah.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved