Tokoh Agama hingga Pondok Pesantren di Indramayu Sepakat Tolak People Power

Sejumlah tokoh agama dan kalangan pondok pesantren di Kabupaten Indramayu menyepakati menolak people power.

Tokoh Agama hingga Pondok Pesantren di Indramayu Sepakat Tolak People Power
Istimewa
Pemuda dan Mahasiswa se Bandung Raya mendeklarasikan penolakan provokasi dan gerakan people power, Selasa (14/5/2019). Demikian pula sejumlah tokoh agama dan kalangan pondok pesantren di Kabupaten Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Sejumlah tokoh agama dan kalangan pondok pesantren di Kabupaten Indramayu menyepakati menolak people power.

Mereka justru ramai-ramai mengajak masyarakat untuk kembali bersatu untuk keutuhan bangsa dan negara pasca-Pemilu 2019.

"Apapun hasil pemilu kemarin, sebaiknya kita bersabar menunggu keputusan sah dari KPU dan kita tolak people power," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Indramayu, Warmin Permana, kepada Tribun Jabar, Rabu (15/5/2019).

Ia mengatakan, seluruh elemen masyarakat jangan sampai terprovokasi mengenai isu people power atau hal lain yang sejenis.

Pasalnya, hal penting dan utama yang harus ditekankan ialah jangan sampai persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa terpecah cuma karena Pemilu 2019.

Sejumlah Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya Menolak People Power

MUI dan Tokoh Agama di Purwakarta Tolak Gerakan People Power

Ketua MUI Kabupaten Indramayu, Syathori, juga secara menolak tegas terkait adanya people power atau pengerahan kekuatan massa.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Indramayu khususnya agar tidak ikut-ikutan mengenai isu tersebut.

"Sebab, akan berdampak menimbulkan banyak kerugian, seperti korban jiwa, masyarakat, perekonomian dan lainnya," ujar Syathori.

Sementara Ketua Pondok Pesantren Darul Ma'arif Kaplongan, Kabupaten Indramayu, Tabroni, mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara Pemilu 2019, dari mulai KPU, Bawaslu, TNI, Polri, dan lainnya.

Dia juga mengimbau masyarakat Indramayu agar tidak mudah terptovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

"Mari tolak upaya-upaya memecah belah bangsa, terutama people power yang sudah meresahkan masyarakat," kata Tabroni.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved