Terdakwa Perdagangan 79 Kukang Jawa Divonis 10 Bulan dan Didenda Rp 10 Juta

Terdakwa perdagangan kukang jawa di Majalengka divonis 10 bulan dan denda 10 juta.

Terdakwa Perdagangan 79 Kukang Jawa Divonis 10 Bulan dan Didenda Rp 10 Juta
Istimewa.
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (kiri) didampingi Wakapolres Majalengka, Kompol Hidayatullah (kedua kiri), saat memimpin penggerebekan penampungan kukang jawa di Dusun Citayeum, Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Terdakwa perdagangan kukang jawa (Nycticebus javanicus), Yaya (47) dan Yana (40), divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Majalengka.

Kedua warga Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, itu divonis 10 bulan dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan penjara.

Putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada persidangan sebelumnya, Senin (6/5/2019).

Ketika itu kedua terdakwa dituntut hukuman kurungan penjara selama satu tahun dan denda Rp 10 juta subsider tiga bulan penjara.

Kedua terdakwa juga dituntut Pasal 21 ayat (2) juncto Pasal 40 ayat (2) dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Keduanya secara sah bersalah.

Mereka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama-sama menangkap, menyimpan memiliki, memelihara hewan yang dilindungi jenis kukang jawa.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (kanan), secara simbolis menyerahkan puluhan ekor kukang jawa hasil sitaan dari pelaku kejahatan kepada Kepala SKW 6 Tasikmalaya BKSDA Jabar, Didin Syarifudin (kiri), di Aula Kanya Wasistha Mapolres Majalengka, Jl KH Abdul Halim, Kabupaten Majalengka, Kamis (10/1/2019).
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (kanan), secara simbolis menyerahkan puluhan ekor kukang jawa hasil sitaan dari pelaku kejahatan kepada Kepala SKW 6 Tasikmalaya BKSDA Jabar, Didin Syarifudin (kiri), di Aula Kanya Wasistha Mapolres Majalengka, Jl KH Abdul Halim, Kabupaten Majalengka, Kamis (10/1/2019). (TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI)

Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya BKSDA Provinsi Jawa Barat, Didin Syarifudin, mengatakan perdagangan kukang di Majalengka ini merupakan kasus terbesar yang berhasil ditangani di Jawa Barat.

Pasalnya, petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 79 ekor kukang jawa yang telah dimasukkan ke dalam 39 keranjang buah dan 1 kotak kayu.

Didin juga menegaskan pihaknya menghormati keputusan majelis hakim atas pertimbangan putusan kedua terdakwa.

"Adanya penegakan hukum ini kami berharap semoga menjadi perhatian masyarakat agar tidak melakukan perbuatan serupa, yaitu tidak memelihara, menangkap, melukai, memiliki dan memperjualbelikan satwa liar dilindungi." kata Didin Syarifudin kepada Tribun Jabar, Rabu (15/5/2019).

Kasus ini berawal dari penangkapan kedua terdakwa oleh petugas Polres Majalengka pada kegiatan Operasi Penangananan Peredaran atau Penertiban Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi di Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka pada Rabu, (9/1/2019).

Sebanyak 79 ekor primata endemik itu dikumpulkan dari hasil perburuan liar sejak November 2018 dan akan diselundupkan ke Shanghai, Tiongkok, melalui Surabaya, Jawa Timur.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved