Sejumlah Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya Menolak People Power

Komite Pemuda dan Mahasiswa Pengawal Konstitusi menyelenggarakan diskusi publik bertemakan "Kepedulian Generasi Muda Milenial dalam mengawal Pilpres

Istimewa
Pemuda dan Mahasiswa se Bandung Raya mendeklarasikan penolakan provokasi dan gerakan people power, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komite Pemuda dan Mahasiswa Pengawal Konstitusi menyelenggarakan diskusi publik bertemakan "Kepedulian Generasi Muda Milenial dalam mengawal Hasil Pilpres 2019 yang berlandaskan konstitusi".

Theo Cosner selaku Kordinator Komite Pemuda dan Mahasiswa Pengawal Konstitusi Jawa Barat, mengajak generasi milenial dan semua lapisan masyarakat untuk menunggu keputusan resmi dari KPU terkait penetapan hasil Pilpres 2019.

Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya menerima hasil resmi Pemilu 2019 dari KPU di tanggal 22 Mei 2019 sebagai sebuah keputusan bersama rakyat Indonesia.

"Kami para Pemuda dan Mahasiswa se-Bandung Raya menolak segala bentuk provokasi dan ajakan people power serta berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI," kata Theo, Selasa (14/5/2019).

KPK Selidiki Persekongkolan Bowo Sidik Pangarso dalam Kasus Suap BUMN

Turut hadir Deni Ahmad Haidar selaku Ketua GP Ansor Jawa Barat, Rahim Asyik Awanto selaku Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia ( AMSI ) Jawa Barat, Fikri Jae selaku Wakil Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat dan Bapak Khoirul Anom Gumilar selaku Ketua Badko HMI Jawa Barat.

Deni mengatakan bahwa dalam melihat berjalannya Pemilu harus kembali kepada Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Ia menjelaskan bahwa yang menyelenggarakan Pemilu 2019 ialah KPU dan yang mengurus pelanggaran administratif Pemilu 2019 adalah Bawaslu, serta ada kepolisian yang mengurus masalah pidana

Sehingga, katanya, semua proses harus berdasarkan Undang-Undang.

"Kami menyesalkan bahwa ruang publik mulai penuh dengan ujaran kebencian, saling memaki dan saling mengumpat. Sudah tidak ada lagi norma kesopanan dan norma kesantunan di ruang publik," katanya.

Halaman
123
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved