Tersangka Kasus Suap Romahurmuziy Kembali Dibawa ke Rumah Sakit Polri Gara-gara Ini

Dikabarkan sakit, tersangka kasus supa seleksi jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy dibawa ke Rumah Sakit Polri, Senin malam (13/5/2019).

Tersangka Kasus Suap Romahurmuziy Kembali Dibawa ke Rumah Sakit Polri Gara-gara Ini
ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019). Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus kasus tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Dikabarkan sakit, tersangka kasus supa seleksi jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy dibawa ke Rumah Sakit Polri, Senin malam (13/5/2019).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjelaskan, berdasarkan rekomendasi dokter, mantan Ketua Umum PPP dirasa perlu untuk dirawat di rumah sakit.

"RMY tadi malam dibawa ke RS Polri dan karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran," kata Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Hakim Sebut Penyadapan KPK Terhadap Romahurmuziy Dibuktikan di Pengadilan Tipikor, Gugatan Dicabut

Disebut Penyadapan Romahurmuziy Ilegal dalam Sidang Praperadilan, KPK Siapkan Tanggapan

Pada Kamis (9/5/2019), Romahurmuziy rencananya diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK.

Akan tetapi, Romahurmuziy saat itu kembali mengeluh sakit.

Sehingga, pemeriksaan pun ditunda. Kondisi medis Romahurmuziy sebelumnya diketahui sempat membaik.

Pada Kamis (2/5/2019) malam, setelah dirasa tim dokter tak memerlukan rawat inap, Romahurmuziy kembali mendekam di Rutan Cabang KPK saat itu.

Romahurmuziy sebelumnya sempat sakit dan dirawat di RS Polri selama sebulan.

Dalam kasus yang menjeratnya, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua mantan pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Saat itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman)

Solatun, Mantan Dosen Unpas Kasus Ujaran Kebencian Pernah Peringatkan Romahurmuziy, Bertemu di Hotel

Menag Lukman Hakim Saifuddin Terima Uang Disebut KPK dalam Sidang Praperadilan Romahurmuziy

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved