Seorang WNI Ditangkap di Malaysia, Diduga Akan Lakukan Aksi Teror Bersama 3 Temannya

Seorang WNI ditangkap di Malaysia. Diduga teroris dan akan lakukan aksi teror bersama tiga temannya.

Kompas.com/Moh Nadlir
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kantor Kemenlu RI, Jakarta, Senin (19/3/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang WNI ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Penangkapan WNI tersebut diduga terkait teror.

Kementerian Luar Negeri RI mendapat kabar penangkapan empat terduga teroris, yang satu di antaranya diduga WNI, oleh PDRM, Senin (13/5/2019).

“PDRM telah mengeluarkan rilis mengenai penangkapan empat orang terduga radikalisme atau terorisme. Dari keempat orang tersebut, terdapat seorang yang diduga WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat, Selasa (14/5/2019).

Menurut Iqbal, KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada PDRM untuk melakukan verifikasi dokumen dan kewarganegaraan terhadap terduga teroris itu.

Selain WNI, terduga teroris terdiri dari seorang warga Malaysia dan dua orang etnis Rohingya.

Keempat orang tersebut ditangkap oleh PDRM dalam rentang 5-7 Mei 2019 karena merencanakan pembunuhan dan serangan teror skala besar di Klang Valley.

Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador mengatakan keempatnya telah mengaku sebagai anggota ISIS dan sedang bersiap menyerang pada minggu pertama Ramadhan untuk membalas kematian seorang pemadam kebakaran bernama Muhammad Adib Mohd Kassim.

Muhammad Adib meninggal pada 17 Desember tahun lalu setelah dia terluka parah di tengah kekacauan di Kuil Sri Maha Mariamman Seafield di Selangor, tempat kerusuhan meletus terkait relokasi kuil.

Pemeriksaan atas kematiannya sedang berlangsung.

"Mereka berencana untuk membunuh orang-orang terkenal yang mereka tuduh tidak mendukung Islam atau menghina Islam,” kata Abdul Hamid.

"Selain itu, mereka juga merencanakan serangan besar-besaran terhadap tempat-tempat ibadah Kristen, Hindu dan Budha serta pusat-pusat hiburan di Lembah Klang," katanya kepada wartawan di markas polisi di Bukit Aman, seperti dilaporkan Bernama.

Salah seorang terduga teroris yang berstatus pengungsi Rohingya, mengaku pendukung Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA).

Ia telah merencanakan untuk menyerang Kedutaan Besar Myanmar di Kuala Lumpur dan melanjutkan jihadnya di Rakhine State.

Ingin Pulang ke Medan, Seorang Pria Sembunyi di Roda Pesawat Kargo di Bandara Penang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Akan Lancarkan Aksi Teror, Seorang WNI Ditangkap di Malaysia"

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved