Polisi Sebut Iwan Adi Sucipto di Medsos Terbukti Adu Domba Polri dengan TNI

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menerangan Iwan Adi Sucipto dijerat Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28

Polisi Sebut Iwan Adi Sucipto di Medsos Terbukti Adu Domba Polri dengan TNI
Tribunjabar/Mega Nugraha
Iwan Adi Sucipto ditahan di Polda Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -‎ Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menerangan Iwan Adi Sucipto dijerat Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Perbuatan Iwan dinilai penyidik, mengadu domba TNI dan Polri.

"Perbuatannya mengadu domba institusi TNI dan Polri. Padahal, TNI dan Polri bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara, artinya di sini, yang bersangkutan lewat perbuatannya tidak menginginkan situasi aman," ujar Trunoyudo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (14/5/2019).

Ancaman dalam pasal yang menjerat Iwan di Pasal 45 dan 28 di atas lima tahun. Kasus ini ditangani Ditreskrimsus Polda Jabar setelah sebelumnya ditangani Polres Cirebon.

"Karena ancaman pasalnya di atas 5 tahun, yang bersangkutan ditahan," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurut Trunoyudo, penetapan tersangka Iwan Adi Sucipto setelah penyidik menetapkan 13 tersangka dan keterangan saksi ahli bahasa, pidana dan ITE. Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti ponsel, pakaian yang dipakai oleh Iwan seperti dalam video.

"Dari keterangan ahli dan saksi serta alat bukti, dipenuhi dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," ujar dia.

Berbuka dengan yang Manis, Nanas Madu si Kecil Mungil Bersisik Bisa Jadi Alternatif Berbuka yang Pas

Polisi mengimbau pada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh provokasi-provokasi terkait pemilu. Kata dia, tahapan Pemilu di Jabar sudah selesai seiring dengan penetapan KPU Jabar.

"Pemilu sudah selesai, jangan ribut-ribut lagi. Kami prihatin, minggu lalu kami ungk‎ap kasus ujaran kebencian dengan tersangka Solatun Dulah Sayuti, sekarang ada lagi," ujar Trunoyudo.

Seperti diketahui, Iwan mengunggah konten video berdurasi 1.53 menit berisi ujaran kebencian pada 12 Mei di akun Facebooknya isinya:

"Jangan takut dengan ancaman Kapolri dengan ditembak di tempat, itu menjadikan lebih panas dan lebih marah rakyat itu, itu satu ungkapan yang tidak pantas seorang Kapolri bicara seperti itu dan haqul yakin seluruh keluarga saya TNI siap taktala ada korban maka TNI akan tempur dengan polri, jangan main main.

Tidak semuanya mengikuti panglima, karena semuanya adalah kebenaran dan rakyat sudah marah dan Insya ALLAH rakyat sudah siap untuk mati berjuang dijalan Allah subhanahu Wa ta'ala. Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman jangan tidak percaya tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi ini dari teman-teman saya jendral bahwa ternyata tanggal 22 adalah hari ulang tahun PKI.

Terungkap Alasan Ratna Sarumpaet Mengaku Dianiaya ke Prabowo dkk, Ada Hubungannya dengan Dana

Ini merupakan sebuah ada surat dari seorang yang pemimpin PKI dan insya Allah kita semuanya semangat dan berjuang sebelum tanggal 22 Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden, Insya ALLAH, ALLAH tumbangkan satu persatu orang- orang yang sombong dan angkuh dan congkak, jabatan itu titipan saudaraku, harta itu titipan bukan milik anda, ingat anda akan mati dibungkus kain kafan, hanya selembar kain kafan menutup tubuh anda dan itu menjadikan peringatan buat Anda kalau anda sudah pensiun dan stroke, sakit cuci darah dan sebagainya celaka buat kehidupan dunia akhirat, Naudzubillahimindzalik, rakyat mendoakan hidup anda sengsara dunia akhirat oleh karena itu saya mengharapkan kepada saudara-saudaraku seluruh Indonesia berjuta, Ayo menangis mengadu kepada ALLAH minta keadilan insya ALLAH satu persatu yang sombong dan angkuh, congkak dengan jabatannya dengan kekayaannya tumbang karena stroke, tumbang sakit parah, Insya ALLAH, bismillah assalamualaikum warahmatullah‎.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved