Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong

Pengacara Minta Ratna Sarumpaet Diputus Bebas, Ini Alasannya

Ia berpendapat bahwa keonaran yang dimaksud dalam pasal yang didakwakan kepada Ratna adalah kerusuhan.

Pengacara Minta Ratna Sarumpaet Diputus Bebas, Ini Alasannya
Gita Irawan/Tribunnews.com
Terdakwa penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran, Ratna sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pengacara terdakwa penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, menilai meski kliennya telah berbohong namun kliennya harus dibebaskan.

Hal itu karena Insank merujuk pada keterangan ahli pidana yang dihadirkannya dalam sidang du Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (9/5/2019) yakni Mudzakir.

Menurut Insank, perkara yang nenjerat Ratna masuk ke delik materil yang menekankan pada penyebab dari perbuatan yang dilakukannya dalam hal ini keonaran.

Ia berpendapat bahwa keonaran yang dimaksud dalam pasal yang didakwakan kepada Ratna adalah kerusuhan.

Hal itu disampaikam Insank usai sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (14/5/2019).

"Tanggapan kami bahwa memang Bu Ratna berbohong. Tapi, kami tetap meyakini apa yang disampaikan oleh ahli bahwa deliknya ini delik materiil artinya lebih condong ke keonarannya," kata Insank.

"Artinya untuk menguji keonarannya itu sebagaimana kalau kita merujuk kepada ahli hukum pidana, beliau mengatakan kerusuhan, diperkara ini tidak ada kerusuhan. Jadi kami masih sangatlah meyakini dari jerat hukum Ratna harus dibebaskan."

Atas dasar itu Insank berharap, Hakim dapat memberikan kliennya putusan bebas.

"Minimal harus onslag (putusan lepas) lah ya," kata Insank.

Sebelumnya, Ratna didakwa dengan dua pasal yakni melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada Kamis (28/2/2019).

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved