Pedagang Pasar Baru Majalaya Pilih Renovasi daripada Relokasi

Pedagang di Pasar Baru Majalaya, menginginkan pasar yang berada di Jalan Cipaku, Kecamatan Majalaya itu segera direnovasi

Pedagang Pasar Baru Majalaya Pilih Renovasi daripada Relokasi
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kondisi Pasar Baru Majalaya, Jalan Cipaku, Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pedagang di Pasar Baru Majalaya, menginginkan pasar yang berada di Jalan Cipaku, Kecamatan Majalaya itu segera direnovasi untuk menghilangkan kesan kumuh.

Seorang pedagang, Ujang Saepuloh (56), mengatakan, keinginan renovasi tersebut yakni karena menolak rencana relokasi ke Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya di Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya.

Ia menambahkan, lokasi Pasar Baru Majalaya sudah sangat strategis dan menguntungkan bagi pedagang serta pembeli, karena dekat Alun-alun Majalaya.

"Kalau relokasi harusnya ke tempat yang strategis, bukan ke lokasi sepi. Untuk renovasi kami siap pakai uang sendiri," kata Ujang di Pasar Baru Majalaya, Jalan Cipaku, Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2019).

Pasar tradisional di pusat keramaian Kecamatan Majalaya ini, dikelilingi banyak tumpukan sampah, bahkan beberapa gundukan sampah itu berada di depan pintu masuk pasar.

Masyarakat yang hendak berbelanja ke Pasar Baru Majalaya berjalan tertatih-tatih untuk menghindari becek dan ceceran sampah di sepanjang lorong pasar.

Warga Keluhkan Pasar Baru Majalaya Kumuh dan Semrawut, Mau Belanja Harus Berjalan Tertatih-tatih

Pedagang di Pasar Baru Majalaya Keukeuh Tolak Wacana Relokasi

Kondisi kumuh itu pun membuat sejumlah pembeli di pasar tersebut menutup hidung agar aroma busuk dari tumpukan sampah itu tidak membuat gangguan indera penciuman.

Warga Majalaya, Nia Kurniasih (45), mengatakan seharusnya pasar tersebut segera dipindahkan oleh pemerintah atau kembali tata ulang, untuk menghilangkan kesan kumuh yang telah berlangsung sejak lama.

"Semakin tidak nyaman, tumpukan sampah di mana-mana. Kalau pasar bersih atau nyaman, belanja juga jadi enak," kata Nia di Pasar Baru Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2019).

Tak hanya kumuh, suasana di sekitar pun tampak semrawut lantaran banyak delman yang menunggu penumpang dan deretan pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan, sehingga kerap menimbulkan antrean kendaraan.

Nia mengatakan, bila terus dibiarkan, ia mengkhawatirkan akan berdampak kepada kualitas barang yang dijual para pedagang dan menyebabkan wabah penyakit akibat pasar kumuh.

"Kalau pasarnya sehat, mungkin pedagang sama barang jualannya juga pasti sehat," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved