Pemilu 2019

Menkes Ungkap Penyebab Banyaknya Anggota KPPS Meninggal, dari Riwayat Penyakit Sampai Beban Kerja

Riwayat penyakit yang dimiliki petugas KPPS menjadi satu di antara penyebab banyaknya petugas KPPS meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019.

Menkes Ungkap Penyebab Banyaknya Anggota KPPS Meninggal, dari Riwayat Penyakit Sampai Beban Kerja
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww) via Kompas.com
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memberikan penjelasan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). RDP yang seharusnya membahas mengenai laporan hasil audit BPKP terhadap BPJS Kesehatan batal karena ketidakhadiran Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris, dan digantikan mendengarkan penjelasan Menkes terkait hasil audit medis petugas KPPS yang meninggal serta mengenai antisipasi penyakit cacar monyet. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Riwayat penyakit yang dimiliki petugas KPPS menjadi satu di antara penyebab banyaknya petugas KPPS meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, dalam rapat bersama Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Ia juga mengatkan bahwa itu adalah satu di antara hasil investigasi Kementerian Kesehatan terkait kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS).

"Jadi penyakit jantung ini atau kardiovaskular ini penyebab terbanyak. Kemudian kedua adalah pernapasan itu ada termasuk asma dan respiratory itu sekitar 20 persen," ujar Nila.

Petugas KPPS Kembali Meninggal Dunia, Kali Ini di Ujungberung Bandung, Begini Kronologinya

Kemudian ada juga yang memiliki penyakit diabetes melitus, gagal ginjal, liver, dan lainnya.

Nila mengatakan, sejauh ini Kemenkes belum melihat sesuatu yang tidak wajar atas kematian para petugas KPPS.

Artinya, semua kematian dapat dijelaskan karena adanya riwayat penyakit tersebut.

"Jadi wajar, dapat dijelaskan, karena adanya penyakit yang menyertai kematian ini. Dengan diberikan beban yang terlalu besar, tentu ini akan menjadi pemicu," ujar Nila.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/5/2019), jumlah penyelenggara pemilu ad hoc yang meninggal dunia tercatat 469 orang.

Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan sakit. Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Baik penyelenggara pemilu yang meninggal maupun sakit sebagian besar disebut karena kelelahan dan kecelakaan. (Kompas.com/Jessi Carina)

Ketua KPPS Ditemukan Tewas di Hutan Setelah Lima Hari Menghilang

Beredar Isu Anggota KPPS Meninggal Diracun, Ini Fakta Sebenarnya yang Disebut Ketua KPU

Viral Kabar Petugas KPPS di Bandung Meninggal Diracun, Begini Penjelasan Keluarga dan Kepolisian

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved