KPK Selidiki Persekongkolan Bowo Sidik Pangarso dalam Kasus Suap BUMN

Bowo Sidik Pangarso diduga sudah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat.

KPK Selidiki Persekongkolan Bowo Sidik Pangarso dalam Kasus Suap BUMN
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
BOWO Sidik Pangarso 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tersangka kasus suap dan anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso diduga tidak bergerak sendiri untuk mendorong PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Hal itu disampaikan Jubir KPK Febri Diansyah ketika ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019) malam.

Kerja sama penyewaan kapal itu, kata Febri, terkait kepentingan distribusi.

Bowo Sidik Pangarso diduga sudah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat.

Bowo Sidik Tetap Tak Terbendung dalam Perolehan Suara Meski Jadi Tahanan KPK

Uang itu diduga sebagai commitment fee yang diberikan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

"BSP (Bowo Sidik Pangarso) pasti tidak melakukan itu sendirian ya. Karena BSP tidak punya kewenangan dan tidak punya posisi di PT Pupuk Indonesia ataupun PILOG, Pupuk Indonesia Logistik tersebut," kata Febri Diansyah.

Oleh karena itu, KPK sedang menelusuri bagaimana Bowo Sidik Pangarso bisa membantu PT HTK menjalin kesepakatan dengan PT PILOG itu.

KPK juga menelusuri dengan siapa Bowo Sidik Pangarso bekerja sama, sehingga mampu mendorong kesepakatan itu terjalin.

"Pasti kami menelusuri bagaimana BSP dan dengan siapa BSP bekerja sama, atau pun minimal pada siapa BSP meminta dan menindaklanjuti permintaan yang diajukan oleh PT HTK. Nanti itu akan kami dalami lebih lanjut," kata dia.

Menurut Febri, KPK menduga ada peran dari pihak tertentu di PT Pupuk Indonesia atau PT PILOG sehingga realisasi kerja sama itu bisa terjadi.

"Kami duga tentu ada peran dan porsi dari pihak-pihak di Pupuk Indonesia ataupun di PILOG sampai realisasi perjanjian tersebut dilakukan. Apakah hal tersebut salah atau benar, belum sampai kesimpulan. Kami belum sampai ke sana," kata dia.

Sebab, KPK saat ini masih fokus pada pokok perkara yang sedang ditangani. Kemudian KPK sedang mengurai rangkaian peristiwa yang terjadi dalam kasus ini.

"Uraian peristiwanya pasti akan kami telusuri lebih lanjut, PT HTK diduga minta bantuan BSP dan BSP kemudian menemui siapa atau meminta siapa atau mempengaruhi siapa di PT Pupuk Indonesia tentu akan kami telusuri," ujar Febri. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman)

Enggartiasto Lukita Bantah Beri Duit ke Bowo Sidik Pangarso: Dia dari Golkar, Saya dari Nasdem

Partai Golkar Enggan Dikaitkan dengan 400 Ribu Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik Pangarso

Kasus Bowo Sidik Pangarso, KPK Temukan Rp 246 Juta dari 3 Kardus Amplop untuk Serangan Fajar

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved