Periksa Kasus Ujaran Kebencian Iwan Adi Sucipto, Polda Jabar Akan Libatkan Ahli Bahasa

Terbaru adalah mantan dosen di sejumlah Perguruan Tinggi di Cirebon, Jawa Barat, yang menggunggah video yang dianggap mengadu domba polisi dan TNI.

Periksa Kasus Ujaran Kebencian Iwan Adi Sucipto, Polda Jabar Akan Libatkan Ahli Bahasa
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Tersangka kasus ujaran kebencian dan provokasi, IAS (49), pengasuh di Pondok Pesantren Tahfidz Walquro di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, (pakai penutup wajah) dibawa ke Mapolda Jabar dari Mapolres Cirebon, Senin (13/5/2019) sekitar pukul 19.45 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Deretan dosen yang berurusan dengan polisi akibat penyebaran ujaran kebencian dan hoaks di wilayah Jawa Barat bertambah.

Terbaru adalah mantan dosen di sejumlah Perguruan Tinggi di Cirebon, Jawa Barat, yang menggunggah video yang dianggap mengadu domba polisi dan TNI.

Terduga pelaku yang adalah dosen di Cirebon itu adalah Iwan Adi Sucipto.

Saat ini, Iwan Adi Sucipto adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Walquro di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Sebelum, gara-gara kasus serupa, dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Solatun Dulah Sayuti, ditangkap petugas dari Polda Jabar.

Pengacara Ungkap Alasan IAS Tersangka Asal Cirebon Sebarkan Video Ujaran Kebencian

Kasus Ujaran Kebencian dan Provokasi Oleh IAS Dilimpahkan ke Polda Jabar Malam Ini

Polisi menangkap Solatun Dulah Sayuti karena menulis kalimat mengandung ujaran kebencian di akun Facebooknya, pada 9 Mei 2019.

Pada Senin (13/5/2019), polisi pun mengkonfirmasi soal kabar penangkapan Iwan Adi Sucipto, dosen di Cirebon.

"Benar ada postingan audio dan visual yang kontennya berisi adu domba antara TNI dan Polri. Kontennya berita bohong," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Senin (13/5/2019).

Menurut Trunoyudo Wisnu Andiko, petugas dari Polres Cirebon menangkap Iwan Adi Sucipto pada Senin (13/5/2019) dinihari.

Tersangka ditangkap Polres Cirebon pada Senin (13/5/2019) pukul 01.30 WIB atau sehari setelah mengupload video ujaran kebencian tersebut pada Minggu (12/5/2019).

Dosen Unpas Itu Tidak Ditahan tapi Dikenai Wajib Lapor, Kasus Ujaran Kebencian di Facebook

Selanjutnya, petugas Polres Cirebon tim dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jabar memeriksa Iwan Adi Sucipto.

"Konten tersebut akan kami transformasikan menjadi bentuk berita acara. Konten tersebut dibuat sendiri dan di-share sendiri," katanya.

Audio dan visual tersebut dibagikan di sejumlah media sosial semisal Facebook dan beberapa grup Whatsapp.

Polisi, ucapnya, akan melibatkan ahli bahasa untuk memeriksa video yang viral di media sosial.

IAS dituduh telah melanggar pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang peribahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved