Ada Kerusuhan Anti Muslim di Sri Lanka, Satu Tewas, Pemerintah Berlakukan Jam Malam

Kerusuhan anti Muslim yang terjadi di Provinsi Barat Laut, Sri Lanka, pada Senin (13/5/2019), mengakibatkan satu orang tewas.

Ada Kerusuhan Anti Muslim di Sri Lanka, Satu Tewas, Pemerintah Berlakukan Jam Malam
(AFP / LAKRUWAN WANNIARACHCHI) via Kompas.com
Petugas keamanan bersenjata lengkap terlihat berjaga-jaga di Minuwangoda, pascakerusuhan dan serangan massa pada Selasa (14/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, COLOMBO - Kerusuhan anti Muslim yang terjadi di Provinsi Barat Laut, Sri Lanka, pada Senin (13/5/2019), mengakibatkan satu orang tewas.

Setelah tewasnya satu orang tersebut, pemerintah memberlakukan jam malam tanpa batas waktu di provinsi tersebut.

Sementara jam malam secara nasional telah dilonggarkan di semua wilayah kecuali satu provinsi tersebut. Dilansir AFP, korban tewas merupakan seorang pria berusia 45 tahun.

Dia meninggal akibat luka-luka yang dideritanya, setelah sekelompok massa menyerbu bengkelnya di distrik Puttalam di Provinsi Barat Laut.

Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Sri Lanka Diungkap Polisi, Ternyata dari Keluarga Kaya

Di lokasi lain di provinsi itu, kelompok massa telah membakar puluhan toko milik warga Muslim. Massa juga merusak rumah serta masjid.

"Pemberlakuan jam malam di provinsi Barat Laut akan dilanjutkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, dikutip AFP.

"Pasukan keamanan telah diminta membantu petugas kepolisian yang diperintahkan untuk menggunakan kekuatan maksimum guna mengatasi aksi kekerasan," katanya.

Di distrik Gampaha yang bersebelahan, kelompok massa dilaporkan telah menghancurkan rumah makan milik warga Muslim dan setidaknya satu pabrik garmen.

Dalam pidatonya, Senin (13/5/2019) malam, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan pemberlakuan jam malam di seluruh negeri bertujuan untuk mencegah kelompok tak dikenal melakukan kekerasan di tengah masyarakat.

"Di beberapa tempat di Provinsi Barat Laut, kelompok-kelompok itu berbuat ulah dan merusak properti. Polisi dengan pasukan keamanan telah berupaya mengatasi situasi ini, namun kelompok tak dikenal itu masih berupaya berbuat onar," kata perdana menteri.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved