Yana Mulyana Minta KPA Kota Bandung Lanjutkan dan Tingkatkan Program HEBAT

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung untuk melanjutkan program HEBAT! (Hidup Bersama Sahabat)

Yana Mulyana Minta KPA Kota Bandung Lanjutkan dan Tingkatkan Program HEBAT
Tribun Jabar/Cipta Permana
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan terkait rencana keberlanjutan program HEBAT di Balaikota Bandung, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung untuk melanjutkan program HEBAT! (Hidup Bersama Sahabat).

Menurutnya, program yang sudah berjalan selama sembilan tahun bersama stakeholder yang saling bermitra, yaitu KPA Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Fakultas Psikologi, dan Pusat Studi Klinis Fakultas Kedokteran Unpad sejak tahun itu dinilai sangat bagus dan bermanfaat.

Namun, pada April 2019, kesepakatan tersebut berakhir secara administratif.

Kendati begitu, Yana meminta program ini terus dilanjutkan.

"Program HEBAT! merupakan kurikulum pencegahan HIV kepada siswa kelas VIII SMP melalui berbagai pendekatan pengajaran. Selain tatap muka di kelas, pembelajaran pun melalui permainan sehingga siswa merasa senang dan bisa menangkap pelajaran dengan mudah," ujarnya di Balaikota Bandung, Jalan Wastukeuncana, Bandung, Senin (13/5/2019).

Adapun Isi kurikulum tersebut, lanjutnya mengombinasikan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba (drug education) dan kesehatan reproduksi (reproductive health education).

VIDEO Begini Kondisi Tugu, Patung Maung di Kota Bandung yang Roboh

Terlebih kurikulum ini merupakan hasil kajian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar program ini dapat dilanjutkan kembali serta terus ditingkatkan, meskipun secara administratif kerja samanya sudah berakhir.

"Saya minta tolong urus administrasinya agar kita bisa terus lanjutkan. Jika saat ini setiap tahunnya hanya bisa menyasar 13.000 siswa SMP kelas VIII, kedepan setidaknya 17.000 sesuai jumlah anaknya, minimal di sekolah negeri saja dulu," ucapnya.

Peneliti di KPA Kota Bandung, Mawar Nita Pohan, mengatakan, saat ini Kota Bandung menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki program semacam ini. Dimana sejak 2010 program ini telah memberikan manfaat kepada 94,667 siswa di 40 sekolah di Kota Bandung.

"Para siswa bisa menerima dengan baik program ini. Kami bekerja sama dengan guru-guru Bimbingan Konseling (BK) di tiap sekolah. Sehingga para siswa ini antusias mendapatkan materi ini, ujar Mawar di lokasi yang sama.

Sepekan Ramadhan Satpol PP Kota Bandung Amankan 150 Pengemis, Kebanyakan Datang dari Luar Kota

Nita menambahkan, selain sebagai objek, para siswa juga diajak menjadi subjek untuk bisa memberikan pendidikan pencegahan HIV/AIDS dan narkoba kepada teman sebayanya. Dengan begitu, penyebaran informasi bisa jauh lebih masif.

"Namun, kita masih perlu optimalkan karena jumlah siswa yang sudah menerima program ini belum sebanding dengan jumlah siswa keseluruhan. Kalau dipersentasikan itu baru 7 persen," ucapnya.

Selain itu, kata dia dalam program ini juga telah dilatihkan kepada 145 guru dan 26 tenaga Training of Trainer (ToT), sehingga setiap guru bisa memberikan materi secara seragam dengan metode yang sama.

"Karena di kita materi tentang sex education itu terbilang masih tabu, jadi untuk menghindari interpretasi yang lain, harus disamakan metode dan pengajarannya. Dan tetap harus didampingi guru, katanya. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved