Ini Video Viral Provokator Lawan Polri, Ternyata Guru Pondok Pesantren, Terancam Denda Rp 500 Juta

Diketahui, IAS adalah seorang guru pondok pesantren di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon

Ini Video Viral Provokator Lawan Polri, Ternyata Guru Pondok Pesantren, Terancam Denda Rp 500 Juta
Facebook/Relawan JOMIN
video berisi ujaran kebencian Iwan Adi Sucipto 

Tak hanya itu, pria itu juga menyerukan rakyat rela mati demi memperjuangkan paslon yang dibelanya.

Di akhir video, pria itu mengatakan tanggal 22 Mei, hari di mana KPU menyatakan hasil Pemilu 2019 sebagai hari ulang tahun PKI.

Informasi tersebut, ucapnya, didapatkan dari teman-temannya yang menjabat sebagai jenderal.

Guru Ponpes di Cirebon Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ditangkap Saat Bersama Keluarga

"Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman, jangan tidak percaya, tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi ini dari teman-teman saya, jenderal , bahwa ternyata tanggal 22 hari ulang tahun PKI.

Ini merupakan sebuah... Ada surat dari seorang yang pemimpin PKI, dan insyaAllah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden."

Ia meminta kepada rekan-rekannya agar berdoa dan menangis hingga diberikan keadilan.

"InsyaAllah satu persatu yang sombong, angkuh dan congkak dengan jabatannya, dengan kekayaannya, tumbang kena stroke, tumbang sakit parah, insyaAllah bismillah. Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutupnya.

Berikut video yang telah beredar.

Menurut Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, terduga tersangka memposting video tersebut di akun Facebook pada tanggal 12 April 2019.

"Dalam video itu sangat berbahaya karena mengandung unsur provokasi, mengadu domba antara TNI dan Polri. Ada juga berita bohongnya yang menyebutkan 22 Mei adalah hari ulang tahun PKI yang itu tidak benar," katanya ketika ditemui di Mapolres Cirebon, Senin (13/5/2019).

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 45 A Ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved