Disperindag KBB Akan Gelar Pasar Murah di Cipeundeuy dan Cikalongwetan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat akan mengadakan operasi pasar murah (OPM) di Kantor Kecamatan Cipeundeuy dan Cikalongwetan

Disperindag KBB Akan Gelar Pasar Murah di Cipeundeuy dan Cikalongwetan
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Kepala Disperindag KBB, Maman Sulaeman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat akan mengadakan operasi pasar murah (OPM) di Kantor Kecamatan Cipeundeuy dan Cikalongwetan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat akan mengadakan operasi pasar murah (OPM) di Kantor Kecamatan Cipeundeuy dan Cikalongwetan pada 23 dan 24 Mei 2019. 

Kepala Disperindag KBB, Maman Sulaeman mengatakan Ramadan ini pihaknya menyiapkan 10 ribu paket yang berasal dari Disperindag Jabar.

Menurut Maman, operasi pasar murah ini, untuk meringankan masyarakat dan menekan harga-harga komoditas jelang hari raya.

"Kami laksanakan dua hari di dua kecamatan. Pada 23 Mei di Cipeundeuy dan 24 Mei di Cikalongwetan. Kami juga koordinasi dengan setiap desa untuk jumlah penerima dalam kegiatan OPM," katanya di kantornya, Senin (13/5/2019).

Adapun paket yang akan disediakan pada operasi pasar murah nanti, Maman menyebut di antaranya beras 5 kilogram, gula 3 kilogram, dan minyak goreng 3 kilogram. Semua itu dihargai Rp 60 ribu per paket.

Berkah Ramadan, Permintaan Peuyeum Meningkat Hingga 100 Persen

Mau Ngabuburit ke Situ Buleud atau Situ Wanayasa? Ini Prakiraan Cuaca di Purwakarta Sore Nanti

"Kalau harga normal kan satu paketnya Rp 130 ribu. Kami harap OPM ini bisa mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan," ujarnya.

Maman juga menambahkan dari 10 ribu paket yang tersedia nantinya dibagi dengan Cikalongwetan sebanyak 5.200 paket dan Cipeundeuy sebanyak 4.800 paket.

"Kami pilih dua lokasi ini karena asas keadilan memenuhi harapan masyarakat mendapatkan sembako murah. Pada 2018 kami sudah lakukan di Cililin, Gununghalu, Sindangkerta, dan Rongga. Jadi, bergilir," ujarnya seraya warga yang mendapatkan ditentukan dari data Dinas Sosial KBB.

Selanjutnya, Maman juga mengatakan ke depan akan berupaya mengalokasikan anggaran untuk operasi pasar murah agar paketnya lebih banyak.

"Kami juga akan antisipasi jika terjadi kelangkaan komoditas. Pemprov dan Bulog sudah siap distribusikan bawang putih kalau terjadi kelangkaan dan harga tinggi," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved