Kena Tipu, Uang Bongkar Rp 18 Juta dari PT KAI Ludes Dibawa Kabur

Bukan tak setuju terhadap pembongkaran rumahnya di pembangunan jalur kereta Cibatu-Garut. Ia bahkan sudah menerima uang kerahiman sebesar Rp 18 juta

Kena Tipu, Uang Bongkar Rp 18 Juta dari PT KAI Ludes Dibawa Kabur
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Iis Lisda (46), warga terdampak pembongkaran jalur kereta Cibatu-Garut jadi korban penipuan, Sabtu (11/5/2019). Uang bongkar sebesar Rp 18 juta dari PT KAI raib dibawa kabur orang lain. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- "Bingung pak mau ke mana. Mama saya sampai sakit karena kejadian ini". Ucapan itu terlontar dari mulut Iis Lisda (46), warga terdampak pembangunan jalur kereta Cibatu-Garut.

Bukan karena tak setuju terhadap pembongkaran rumahnya di pembangunan jalur kereta Cibatu-Garut. Ia bahkan sudah menerima uang kerahiman sebesar Rp 18 juta namun uang belasan juta itu raib setelah ia kena tipu.

Warga Kampung Rokal, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota itu untuk sementara tinggal di rumah saudaranya di kawasan Kerkof. Semua barang di rumahnya sudah dipindahkan ke rumah saudaranya.

Iis kini hanya bisa termenung di depan rumahnya yang sudah kosong. Melihat tetangganya yang sibuk membongkar rumah. Ia menyesal karena uang yang seharusnya dipakai sebagai uang muka rumah, dibawa kabur orang lain.

"Sekitar bulan Maret saya dapat uang dari PT KAI. Saya lalu bilang ke mama, uangnya dijadiin modal dagang dulu saja. Soalnya masih lama dibongkar rumahnya juga," ucap Iis saat ditemui di rumahnya, Sabtu (11/5/2019).

Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Sudah 90 Persen Bangunan Dibongkar, Usai Idulfitri Rampung

Mahasiswa Tagih Janji Bupati Garut, Aturannya Ambulans Gratis Bagi Warga Miskin tapi Ini Harus Bayar

Sepuluh hari setelah menerima transferan dari PT KAI, ia lalu menggunakan uang itu untuk modal usaha. Sehari-hari Iis menjadi pemasok gula, kelapa, dan pisang ke Pasar Ciawitali. Ia membeli barang dari seorang pria di Pangandaran.

"Setelah saya bayarkan semuanya, barang tidak datang sampai sekarang. Padahal janjinya mau ada satu truk. Saya sudah cari dia ke sana (Pangandaran), tapi sudah kabur ke Lampung," katanya.

Iis kini hanya bisa pasrah. Ia juga tak henti meneteskan air mata berharap ada secercah harapan agar bisa mendapat bantuan. Awalnya jika mendapat barang, uang keuntungan dari berjualan akan dipakai sebagai uang muka membeli rumah.

"Mama saya sempat dirawat karena shock kena tipu. Barang enggak ada, rumah ga punya tapi mungkin belum rezeki saya. Pasti nanti ada rezeki yang lain," ujarnya.

"Tadi dari PT KAI juga kasih Rp 1 juta setelah tahu cerita saya. Katanya spontanitas saja".

Meski kena tipu, Iis tak melaporkannya ke polisi. Ia hanya berharap orang yang menipunya bisa sadar.

"Rumah ini juga gak tahu kapan dibongkarnya. Saya sudah gak punya uang. Sedih juga yang lain sudah dibongkar, sudah pada ngontrak tapi saya sama keluarga malah ketipu," ucapnya.


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved