Hari Keempat Ekskavasi di Gua Pawon, Balai Arkeologi Bandung Temukan Benda Unik Ini

Balai Arkeolog Bandung pada kegiatan ekskavasi lanjutan yang dimulai sejak Selasa (7/5/2019) mendapatkan temuan-temuan

Hari Keempat Ekskavasi di Gua Pawon, Balai Arkeologi Bandung Temukan Benda Unik Ini
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri saat membersihkan temuan batu asahan periode Neolitik, di Goa Pawon, Sabtu (11/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT - Balai Arkeolog Bandung pada kegiatan ekskavasi lanjutan yang dimulai sejak Selasa (7/5/2019) mendapatkan temuan-temuan yang beragam, salah satunya batu terasah yang ditemukan di kedalaman 1,5 meter di Goa Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/5/2019).

Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri mengatakan dari kedalaman 1,5 meter pihaknya telah mendapatkan beragam temuan yang berasal dari lapisan neolitik dengan ditandai banyaknya pragmen petikar yang merupakan bagian dari budaya neolitik

"Jelas sudah, bahwa di Goa Pawon ini manusia purbanya belum melakukan kegiatan bercocok tanam, melainkan masih berburu dan mengumpulkan makanan di sini," ujar Lutfi di sela eskavasi.

Ketika disinggung terkait perbandingan dengan eskavasi tahun lalu, Lutfi menyebut keduanya jelas berbeda. Terlebih jika dalam kegiatan eskavasi di bagian atas terkadang ditemukan budaya lebih muda, kemudian semakin dalam didapatkan budaya lebih tua.

Para Pejabat Hadiri Launching Tim Persib Bandung, Gubernur hingga Kapolda Pun Hadir

"Untuk ekskavasi sekarang itu kami batasi hingga di perluasan bagian penelitian tahun lalu dan di bagian penemuan kerangka manusia," katanya.

Dalam ekskavasi kali ini juga, kata Lutfi melibatkan tenaga-tenaga geolog. Kemudian karena banyak pragmen tulang binatang yang ditemukan, Lutfi pun mengajak tim dari forensik odontologi guna melakukan analisis spesifik laboratorium.

"Kami ingin tahu apakah lokasi Pawon ini hanya untuk berburu binatang atau ada sumber lainnya. Nanti kami akan amati hasil temuan ini lewat mikrosof elektron untuk melihat kandungan kimia apa saja yanh ada pada kalkulus gigi untuk lebih jelas kehidupan Pawon," ucapnya.

Menjelang Mudik Lebaran, Rambu-rambu dan PJU di Jalur Gentong Tasikmalaya Belum Siap

Rencananya, kegiatan ekskavasi 2019 ini akan dilakukan hingga kedalaman 3,20 meter atau sekitar untuk menemukan periode 12 ribu tahun lalu. 

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved